GUNUNGKIDUL - Selama masa operasi Patuh Progo 2025, Polres Gunungkidul mendatangi sekolah-sekolah. Alasannya data dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIJ menunjukkan lonjakan angka kecelakaan selama dua tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 6.861 kasus, sementara pada 2024 meningkat menjadi 7.176 kasus naik sebesar lima persen atau setara 315 kejadian.
“Ya, pengendara di bawah umur, pengendara motor berboncengan lebih dari satu, dan tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman akan kami tindak,” ujar Kabag Ops Polres Gunungkidul, Kompol Mustaqim saat ditemui di Polres Gunungkidul Selasa, (15/7).
Mustaqim menegaskan, kecelakaan lalu lintas hampir selalu diawali oleh pelanggaran. Hal inilah yang mendasari pentingnya pelaksanaan Operasi Patuh Progo sebagai bentuk penegakan hukum dan edukasi publik secara simultan.
“Dengan operasi ini, Polres Gunungkidul berharap meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib dalam berkendara,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, Operasi Patuh Progo 2024 mencatat 26.821 pelanggaran lalu lintas. Dari angka tersebut, 13.052 pengendara dikenakan tilang, sementara 13.769 lainnya mendapat teguran.
Polres Gunungkidul berharap dengan pengawasan dan penindakan yang lebih ketat tahun ini, angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan. Operasi Patuh Progo 2025 menyasar tujuh jenis pelanggaran prioritas.
“Pengendara yang melawan arus lalu lintas, melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah pengaruh alkohol dan menggunakan ponsel saat berkendara itu juga akan kena operasi ini,” tegasnya.
Langkah preventif juga dilakukan melalui edukasi langsung ke masyarakat. Kanit Lantas Polsek Wonosari, Kompol Neny L, bersama dua anggotanya, menyambangi SMK Maarif Wonosari untuk melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada para siswa pada Selasa (15/7).
Kompol Neny menegaskan, operasi ini bukan sekadar razia. Tapi bagian dari upaya membangun budaya berkendara yang lebih disiplin dan bertanggung jawab demi keselamatan bersama di jalan raya.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi agar tertib berlalu lintas,” ujarnya saat sosialisasi. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo