Tak hanya itu, Endah pun berhasil menemui langsung pelaku di rumahnya pada Minggu malam (13/7/2025).
Dalam kesempatan tersebut Bupati Gunungkidul menegaskan bahwa dirinya tak perlu melakukan jual beli jambatan hanya untuk menjadi seorang bupati.
“Kalau mau jadi bupati saya gak perlu melakukan jual beli jabatan seperti itu,” tegas bupati dihadapkan pelaku Minggu, (13/7/2025).
Saat pertama kali isu ini beredar, Endah langsung menindaklanjuti dengan melakukan pelacakan bersama jajaran terkait.
Hal ini dilakukan setelah beredar laporan adanya dua orang warga yang menjadi korban permintaan uang oleh seorang oknum yang menjanjikan pekerjaan di kantor pemerintahan.
Endah mengaku mendapatkan informasi bawah salah satu koran telah mentransfer uang sebesar Rp 10 juta kepada pelaku. Meskipun pada akhirnya uang tersebut dikembalikan.
“Ada korban lainnya belum mendapatkan kejelasan karena pelaku sempat menghilang,” ujar Endah dalam keterangan terbarunya pada Senin, (14/7/2025).
Menanggapi kasus ini, Endah menegaskan seluruh proses penataan pejabat serta rekrutmen pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Hal ini menurutnya termasuk sistem merit dan prinsip transparansi. Ia menegaskan tidak pernah ada permintaan uang. Komitmen ini ditandai dengan pernyataan tertulis menggunakan materai.
“Semua proses kami jalankan berdasarkan kompetensi dan aturan yang jelas,” tegasnya.
Endah juga menyampaikan bahwa tidak ada pihak luar seperti tokoh masyarakat, organisasi, hingga tim sukses yang diberi kewenangan atau mandat untuk menjanjikan jabatan atau pekerjaan atas nama Bupati.
Ia pun mengimbau masyarakat Gunungkidul agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang mencatut nama pejabat daerah, baik melalui komunikasi langsung maupun pesan melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp.
“Jika percaya pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Bupati atau pejabat Pemkab. Langsung laporkan ke pihak berwenang atau dinas terkait,” pesan Endah.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Yahya Murray, membenarkan bahwa pihaknya tengah memeriksa seorang pria asal Jawa Timur yang diduga terlibat dalam kasus penipuan serta penggelapan kendaraan.
Namun, Yahya menegaskan bahwa penahanan tersebut untuk saat ini tidak terkait langsung dengan laporan pencatutan nama Bupati.
Pihak kepolisian masih membuka ruang bagi korban maupun pihak yang merasa dirugikan untuk membuat laporan resmi agar proses hukum dapat berjalan sesuai prosedur.
“Terkait dugaan pencatutan nama, kami belum bisa bertindak lebih lanjut karena belum ada laporan resmi dari pihak yang dirugikan. Ini merupakan delik aduan,” ujarnya saat dihubungi. (cr1)
Editor : Bahana.