Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp75 juta.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog) BPBD Gunungkidul, Sumandi, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima oleh Pos Pemadam Kebakaran sekitar pukul 20.40 WIB.
Petugas yang segera menuju lokasi menemukan rumah dalam kondisi terbakar hebat.
Api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 10 menit, tepatnya pada pukul 20.50 WIB.
“Rumah yang terbakar merupakan bangunan tradisional limasan berbahan utama kayu. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong dan tidak berpenghuni,” terang Sumandi pada Selasa, (8/7/2025).
Menurut keterangan, rumah tersebut hanya dikunjungi pemiliknya, Paryanto, seminggu sekali.
Besarnya material kayu pada bangunan menyebabkan api cepat menjalar, menghanguskan sekitar 90 persen dari total bangunan.
Meski demikian, kebakaran tidak sempat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Objek yang mengalami kerusakan antara lain struktur bangunan rumah, perabotan kayu di dalam rumah, serta seluruh atap yang ludes terbakar.
Hingga saat ini, Kapolsek Wonosari, Kompol Edy Purnomo menegaskan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.
Sehingga, tempat kejadian perkara kini dipasang garis polisi.
Pihak BPBD Gunungkidul maupun Polsek Wonosari mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
Terutama pada bangunan tak berpenghuni yang masih memiliki sambungan listrik atau potensi sumber api lainnya. (cr1)
Editor : Bahana.