Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jualan Rumput Kolonjono, Warga Playen Gunungkidul Raup Cuan di Musim Kemarau

Yusuf Bastiar • Sabtu, 5 Juli 2025 | 15:05 WIB
Sutriem sedang menunjukkan rumput Kolonjono yang ia jual Jumat (4/7).
Sutriem sedang menunjukkan rumput Kolonjono yang ia jual Jumat (4/7).

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Musim kemarau menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kalurahan Getas, Kapanewon Playen, Gunungkidul. Mereka memanfaatkan momentum ini dengan menjual rumput pakan ternak sapi jenis Kolonjono yang banyak diminati peternak dari daerah sekitar.

Salah satu penjual rumput Kolonjono adalah Sutriem, warga Dusun Getas. Sejak dua tahun terakhir, perempuan 56 tahun itu menjajakan rumput hasil panen dari lahan milik sendiri, sembari membuka angkringan di pinggir jalan arah Playen–Dlingo.

Suaminya bertugas mencari rumput di pagi hari, dan sekitar pukul 11.00, rumput sudah siap dijual. “Dulu belum kepikiran kalau jualan rumput bisa jadi sumber penghasilan. Sekarang malah banyak yang nyari,” ujar Sutriem ditemui di warungnya pada Jumat, (4/7/).

Dalam sehari, ia kini bisa menjual 15 hingga 20 ikat rumput. Sebelumnya, Sutriem hanya bisa menjual lima ikat rumput saat awal mulai berjualan di awal Juni. Satu ikat dijual seharga Rp 10 ribu. Cukup untuk satu kali makan sapi dewasa. Konsumen terbanyak berasal dari Kapanewon Dlingo, Bantul, yang berbatasan langsung dengan Playen.

Menariknya, mayoritas pembeli merupakan peternak sambilan dengan pekerjaan utama seperti guru, pemilik toko mebel, hingga karyawan kantor. “Biasanya ramai pembeli dari pukul 15.00 sore sampai menjelang Maghrib. Orang Bantul sering datang tiap hari,” tambahnya.

Sutriem juga menerima titipan rumput dari petani lain untuk dijualkan. Namun, saat musim hujan, ia memilih berhenti berjualan karena banyak warga menanam sendiri dan pasokan melimpah. Hal serupa juga dilakukan Giyatmi, warga Dusun Gembuk, Kalurahan Getas.

Ia mengaku bisa menjual hingga 50 ikat rumput dalam sehari, dengan pasokan dari tiga petani lokal. Hari ini saja, dari 40 ikat stok yang tersedia, 30 ikat sudah laku terjual pada sore hari.

Alhamdulillah, untung banget jualan rumput. Bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Giyatmi dengan senyum.

Baca Juga: Mengenal Sosok Mbah Saminten: Penjaga Tradisi Warisan Tiwul dari Getas dari Gunungkidul

Berbeda dengan Sutriem yang melayani pembeli dari Bantul, Giyatmi justru banyak dilirik oleh peternak dari wilayah Kota Wonosari. Rumput Kolonjono sendiri banyak ditanam warga menjelang musim kemarau.

Dalam satu petak lahan berukuran 10x8 meter, hasil panen bisa mencapai Rp 600 ribu sekali panen. Tanaman ini bisa dipanen pertama kali setelah tiga bulan masa tanam. Selanjutnya bisa dipanen setiap dua pekan. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Dlingo #Gunungkidul #Bantul #musim kemarau #Getas #rumput kolonjono #peternak