Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Hujan Populasi Ubur-Ubur di Pantai Selatan Gunungkidul Mulai Menurun

Yusuf Bastiar • Sabtu, 5 Juli 2025 | 03:35 WIB
Petugas SRI Wilayah II Pantai Baron sedang melakukan penanganan pertama terhadap korban sengatan ubur-ubur pada Jumat (4/7).   
Petugas SRI Wilayah II Pantai Baron sedang melakukan penanganan pertama terhadap korban sengatan ubur-ubur pada Jumat (4/7).  

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Setelah sempat meningkat pada pekan lalu, populasi ubur-ubur yang menepi di kawasan pesisir Pantai Baron, Gunungkidul, mulai menunjukkan penurunan.

Berdasarkan pantauan Tim Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah II Pantai Baron jumlah ubur-ubur yang terlihat di bibir pantai semakin sedikit dan jarang ditemukan hingga ke area pasir sejak Selasa hingga Jumat (1-4/7).

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono, mengatakan kemunculan ubur-ubur dalam beberapa hari terakhir cenderung menurun drastis.

“Kalau dibandingkan minggu lalu, sekarang populasinya jauh lebih sedikit. Masih ada yang menepi, tapi jumlahnya tidak banyak,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat, (4/7).

Marjono memperkirakan tren penurunan ini akan bertahan setidaknya hingga akhir pekan. Berdasarkan pengalaman serta pantauan kondisi cuaca, kata Marjono, faktor angin laut yang landai dan masih adanya hujan ringan turut mempengaruhi penurunan kemunculan ubur-ubur.

“Biasanya kalau masih ada hujan, ubur-ubur memang berkurang. Ini juga sesuai pola tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Marjono mengaku petugas SRI sudah disiagakan untuk melakukan penyisiran rutin setiap pagi hingga sore hari. Penyisiran ini dilakukan untuk mengangkat ubur-ubur di pantai guna menghindari risiko sengatan terhadap wisatawan.

Selain itu, sosialisasi mengenai keberadaan ubur-ubur jenis Impes,  spesies laut yang kerap ditemukan di kawasan ini terus dilakukan melalui media sosial dan imbauan langsung di lapangan.“Kami juga sudah menyiapkan personel SAR untuk memberikan penanganan pertama jika ada wisatawan yang tersengat,” jelas Marjono.

Terbaru, dua anak asal Semarang dan Malang dilaporkan mengalami sengatan ubur-ubur di Pantai Kukup dan Pantai Indrayanti. Kedua korban telah mendapatkan pertolongan cepat dan kini kondisinya membaik.

“Nyeri dan panas sudah mulai hilang setelah penanganan. Yang penting korban langsung ditenangkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II, Surisdiyanto, mencatat sejak 30 Juni hingga 4 Juli 2025, terdapat 31 wisatawan yang tersengat ubur-ubur di wilayah Pantai Baron. Mayoritas korban adalah anak-anak. Meski demikian, kondisi keseluruhan masih terpantau aman dan terkendali.

Pihaknya juga mengingatkan agar pengunjung tidak menyentuh atau bermain-main dengan ubur-ubur yang terdampar di pantai. Sebab, meskipun ubur-ubur tampak tidak bergerak sengatannya masih tetap aktif.

“Kami imbau pengunjung agar tetap waspada, terutama jika melihat biota laut berwarna biru menggelembung seperti balon dan memiliki tentakel. Itu adalah ubur-ubur yang dapat menyebabkan sengatan cukup menyakitkan,” tegasnya. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pantai baron #ubur-ubur #sar linmas #Gunungkidul #Hujan #pesisir selatan