GUNUNGKIDUL - Pompa 37 kW yang berada di dalam Gua Bribin milik PDAM Tirta Handayani Cabang Bribin rusak sejak Selasa (1/7). Sampai saat ini, pengecekan sekaligus perbaikan pompa utama tersebut tengah dilakukan.
“Masih ada agenda pengecekan lanjutan besok (hari ini, Red)," sebut Kepala PDAM Tirta Handayani Cabang Bribin Harjito Rabu (2/7).
Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Takluk dari Pakistan, Harapan Lolos Putaran Final Piala Asia Tipis
Dia pun belum bisa memastikan kapan fungsi pompa berjalan normal. Namun untuk mengatasi ketersediaan stok air bersih, PDAM akan mengandalkan pasokan dari tiga sumber mata air dan sungai lainnya. Mengingat cabang Bribin melayani sekitar 12.000 pelanggan yang tersebar di Kapanewon Tepus, Girisubo, dan Rongkop.
Saat pompa utama di Gua Bribin belum bisa digunakan, lanjutnya, air dari sumber Padukuhan Wilayu, Pacarejo, Semanu, akan siap dialirkan. Menuju wilayah Tepus dan Baron. Namun, rencana ini akan direalisasikan jika debit air dari sumber Wilayu mencukupi. “Ya, kita angkut pakai tangki mobil PDAM,” tegasnya.
Baca Juga: 7 Cara Sederhana untuk Membantu Tidur Lebih Cepat dan Nyenyak
Namun dia khawatir, meningkatnya tren kekeringan membuat pasokan air bersih tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dia juga mengimbau para pelanggan untuk menghemat penggunaan air. “Untuk air baku sebenarnya melimpah, tetapi yang bisa kami produksi masih belum mencukupi,” sebutnya.
Terpisah, Humas PDAM Tirta Handayani Rachmad Nugroho mengaku, musim kemarau tidak akan mengganggu ketersediaan air di PDAM. Bahkan saat ini, operasional produksi disebut berjalan lancar.
Baca Juga: Alasan Jateng Manarik Untuk Tempat Investasi, Begini Penjelasan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi
Meski demikian, ada beberapa instalasi sumber yang sedang dalam pemeliharaan. "Khususnya di Cabang Bribin, tapi tidak mengganggu operasional secara signifikan," ujar Rachmad saat dihubungi. (cr1/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita