Dalam ajang Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum Terbaik Kalurahan Tingkat Provinsi DIY yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Perpustakaan Melati berhasil mengantongi nilai nyaris sempurna, yakni 899 poin.
Selanjutnya, Perpustakaan Patuk siap mengharumkan nama Gunungkidul dan Yogyakarta di tingkat nasional.
Keberhasilan ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya Perpustakaan Melati mengikuti kompetisi semacam ini.
Kepala Perpustakaan Melati, Oktavia Eka Purnami, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas pencapaian tersebut.
Tak hanya Okta, seluruh pengurus perpustakaan merasa kaget.
Meski demikian, mereka tetap merasa bangga. Sebab, Perpustakaan Melati sudah mulai dari bawah sejak 2013, bahkan dulu masih numpang di rumah warga.
“Kami benar-benar tidak menyangka. Ini pertama kalinya kami ikut lomba,” ujar Oktavia saat ditemui di Perpustakaan Melati Rabu, (2/7/2025).
Perjalanan panjang Perpustakaan Melati memang penuh lika-liku.
Sejak didirikan pada 2013, perpustakaan ini baru mendapatkan gedung sendiri setelah kantor Kalurahan Patuk pindah ke lokasi baru pada 2022.
Dari sanalah mereka mulai melakukan penataan ulang dan memperkuat peran perpustakaan di tengah masyarakat.
Salah satu program unggulannya adalah bimbingan belajar rutin mingguan yang melibatkan anak-anak dan warga sekitar.
Perjalanan menuju juara dimulai ketika Perpustakaan Melati dipercaya mewakili Kapanewon Patuk di tingkat kabupaten.
Tak disangka, mereka berhasil meraih juara pertama dan terus melaju hingga ke tingkat provinsi. Kini, Perpustakaan Melati bersiap melangkah ke pentas nasional.
Meski waktu persiapan hanya satu bulan, namun semangat mereka terus berkobar.
“Kami dibantu oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Gunungkidul. Harapannya, kami bisa membawa nama DIY dan Gunungkidul meraih juara satu nasional,” tambah Oktavia.
Lurah Patuk, Catur Bowo, pun menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian warganya.
Ia mengakui sempat meragukan semangat tim perpustakaan karena keterbatasan yang ada.
“Awalnya semangatnya apa adanya. Tapi ternyata bisa juara kabupaten, lalu provinsi. Sekarang kami akan siapkan semuanya, baik administrasi maupun fisik, untuk maju ke nasional,” jelas Catur. (cr1)
Editor : Bahana.