RADAR JOGJA - Libur tahun baru Islam atau 1 Muharam 1447 H membawa berkah bagi sektor pariwisata. Selama tiga hari masa liburan, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata mencapai Rp 455 juta. Dengan total kunjungan wisatawan mencapai 42.947 orang.
Baca Juga: Fenomena Ribuan Ulat di Pohon Jati Gunung Kidul, Antara Ketakutan dan Kuliner Ekstrem yang Ditunggu
Menurut Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul Supriyanta, sebagian besar wisatawan mengunjungi kawasan pantai selatan. Itu terlihat dari sebaran dan besarnya kontribusi retribusi wisata.
”Dominasi kunjungan masih berada di destinasi pantai,” ujarnya di ruang kerjanya kemarin (1/7).
Supriyanta merinci, jumlah wisatawan pada Jumat (27/6) tercatat 9.549 orang. Dengan PAD sebesar Rp 93 juta. Keesokan harinya kunjungan meningkat menjadi 15.384 orang. Dengan PAD Rp 155 juta. Puncaknya, kunjungan pada hari Minggu tembus 18.014 wisatawan. Dengan perolehan PAD Rp 206 juta.
Selain kunjungan wisatawan, Supriyanta juga menyoroti tantangan pengelolaan sampah di kawasan wisata.
Baca Juga: Tim Dispussip Gunungkidul Kembali Temukan Naskah Kuno di Girisubo Gunungkidul, Upaya Pelestarian Warisan Budaya Lokal lewat Digitalisasi dan Alih Baha
Menurutnya, pengelolaan sampah dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul. Sebagian besar pengelolaan masih dilakukan secara mandiri oleh kelompok masyarakat.
“Kelompok seperti Pokdarwis dan desa wisata yang dibina oleh DLH turut mengelola sampah secara mandiri,” jelasnya.
Baca Juga: BRIN Bersama Sejumlah Mitra Luncurkan Program untuk Tangani Stunting di Gunungkidul, Berupa Inovasi Gizi Berbasis Pangan Lokal
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Hary Sukmono menjelaskan bahwa sampah dari kawasan pantai dikelola di dua TPS3R. Yakni, di Tepus dan Kemadang.
Untuk destinasi nonpantai, pengelolaan dilakukan di TPS3R Nglanggeran. Setelah dipilah, sebagian sampah dimanfaatkan. Misalnya batok kelapa dijadikan arang.
“Residu sampah yang tidak bisa dimanfaatkan selanjutnya kami angkut ke TPA,” katanya.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, kata Hary, pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama bagi pengelola pariwisata dan pemerintah daerah. (cr1/zam)