GUNUNGKIDUL - Di tengah libur panjang sekolah, Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah I Baron banyak menangani wisatawan yang tersengat ubur-ubur kemarin (29/6). Dalam sehari setidaknya ada 24 wisatawan yang melapor karena tersengat ubur-ubur jenis Impres.
Koordinator SRI Wilayah I Baron, Marjono mengungkapkan, jumlah korban ini bertambah banyak akibat ada peningkatan kunjungan wisatawan. Sebelumnya, terdapat tiga korban sengatan ubur-ubur di Pantai Kukup.
"Korban sengatan ubur-ubur merupakan wisatawan yang berlibur di lima pantai dalam kawasan Pantai Baron," ujar Marjono.
Ia menyebut di Pantai Krakal ada enam orang tersengat ubur-ubur. Tak hanya itu, di Pantai Sepanjang terdapat tujuh korban. Sedangkan di Pantai Ngrawe, Tim SRI Wilayah I Baron menangani enam korban sengatan ubur-ubur. Bahkan di Pantai Kukup, tim yang berjaga juga memberikan pertolongan pertama terhadap empat korban yang terkena sengatan biota laut itu.
"Ada juga di Pantai Drini satu orang. Ini data akhir yang kami himpun sampai sore hari ini," ujar Marjono.
Sejauh ini korban sengatan tidak ada yang sampai dibawa ke rumah sakit. Sebab, menurut Marjono, petugas SRI Wilayah I Baron langsung memberikan pertolongan pertama.
Berdasar pemantauan lapangan, TIM SRI Baron di Pantai Kukup melakukan penanganan awal dengan membasuh air tawar. Kemudian tepat di luka sengatan langsung dibersihkan dengan larutan cuka.
Tak berselang lama, menurut Marjono, rasa perih dan panas perlahan akan hilang. Hal ini juga dilakukan juga dilakukan di semua wilayah objek wisata Pantai Baron. "Banyak anak-anak yang tersengat, kami tenangkan anaknya dan orang tuanya dulu," ujarnya.
Wisatawan asal Klaten, Sularsih mengaku SAR sebelumnya sudah mengingatkan akan bahaya ubur-ubur. Bahkan dia juga menyaksikan SAR melakukan penyisiran dan mengambil ubur-ubur yang terhempas sampai ke pasir pantai. Meski demikian, dia dan anaknya tidak sengaja tersengat ubur-ubur saat bermain pasir. "Langsung ditangani SAR,” ujar Sular.
Gelombang kemunculan ubur-ubur di kawasan Pantai Baron akan berlangsung selama Juli hingga September. SRI Wilayah I Baron terus melakukan pemantauan dan imbauan kepada wisatawan agar lebih berhati-hati.
Tak hanya itu, selama musim migrasi ubur-ubur, Marjono akan mengerahkan timnya setiap hari untuk melakukan penyisiran ubur-ubur. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. (cr1/laz)
Editor : Herpri Kartun