RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menyalurkan bantuan sosial bagi peternak yang kehilangan ternaknya akibat penyakit hewan menular.
Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari mencatat, hingga 16 April 2025 sudah ada 10 peternak yang mengajukan permohonan bantuan akibat kematian ternak. Empat di antaranya sudah menerima bantuan.
Baca Juga: Terseret Ombak di Pantai Watukodok, Dua Wisatawan Semarang Tenggelam Terseret Ombak, Dua Wisatawan Tenggelam
“Ini bentuk kepedulian negara terhadap pelaku usaha peternakan,” ujar Wibawanti di Ruang Handayani kemarin (23/6).
Wibawanti merinci, empat peternak menerima bantuan dengan total nilai Rp 15,5 juta. Dua peternak lainnya telah menerima masing-masing Rp 5 juta. Dua sisanya menerima uang tunai sebesar Rp 3,5 juta. Bantuan ini merupakan bagian dari program Gerakan Peduli Penyakit Hewan Menular Tragis. Program ini diinisiasi DPKH Gunungkidul untuk menekan penyebaran penyakit hewan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kita ingin memberi rasa aman bagi para peternak dengan skema bantuan yang jelas,” ujar Wibawanti.
Baca Juga: Jalan Srikayangan-Sentolo Ditambal dengan Urug, Ini Respons Warga
Wibawanti menambahkan, permohonan enam peternak lainnya tengah dalam proses verifikasi dan diusulkan untuk menerima bantuan serupa.
Dalam kesempatan itu, Wibawanti juga menyinggung bahwa pemkab telah menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 10 Tahun 2025. Regulasi itu mengatur tata cara pemberian kompensasi atas kematian ternak akibat penyakit menular. Regulasi tersebut akan segera disosialisasikan kepada peternak.
“Perbup ini sekaligus menjadi dasar agar bantuan tidak dijadikan iming-iming,” katanya.
Baca Juga: Dari SD hingga Perguruan Tinggi, 17 Ribu Pelajar dan Mahasiswa di Gunungkidul Terima Bantuan PIP: Upaya Dorong Akses Pendidikan dan Naikkan IPM
Selain bantuan tunai, Pemkab juga menggalakkan program gerakan bersih kandang, gerakan mengguyur sapi di telaga, serta vaksinasi hewan gratis. Wibawanti juga menegaskan pentingnya keterlibatan gabungan kelompok tani dalam mendukung percepatan vaksinasi untuk penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan Antraks.
Bantuan secara simbolis diserahkan Bupati Gunungkidul Endah Subekti di Ruang Handayani Kantor Sekretariat Daerah. Dia berharap ke depan seluruh peternak supaya aktif menjaga kesehatan ternaknya, menyampaikan laporan secara jujur, dan berpartisipasi dalam program pencegahan.
“Agar sektor peternakan di Gunungkidul tetap produktif dan tangguh,” ujarnya. (cr1/zam)
Editor : Herpri Kartun