GUNUNGKIDUL - Sebanyak 17 ribu pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi di Kabupaten Gunungkidul menerima bantuan program Indonesia pintar (PIP).
Bantuan ini bagian dari aspirasi My Esti Wijayanti sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, olahraga, sains, dan teknologi.
“Ya kemarin hari Jumat penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, di Bangsal Sewokoprojo,” ujar Bupati Gunungkidul Endah Subekti, Minggu (22/6/2025).
Besaran bantuan PIP tahun ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni Rp 450 ribu untuk siswa SD, Rp 750 ribu untuk siswa SMP, dan Rp 1.8 juta untuk siswa SMA/SMK selama satu tahun.
Bantuan tersebut dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan sekolah seperti perlengkapan belajar, transportasi, dan biaya tambahan lainnya.
Meski demikian, Endah menyoroti masih rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) di Gunungkidul dan tingginya jumlah penduduk penerima bantuan sosial.
Selain itu, data kemiskinan Gunungkidul masih tertinggi se DIY. Oleh karenanya, Endah menyampaikan terima kasih kepada Esti Wijayati atas dukungan dan bantuan kuota PIP yang besar untuk wilayah Gunungkidul.
Sebab, menurut Endah bantuan PIP membantu pelajar penerima bantuan untuk tetap bisa sekolah. “Anak-anak masih bisa melanjutkan sekolah,” katanya.
Ditambah, Endah menyebutkan 522 ribu warga Gunungkidul masih masuk sebagai penerima bantuan sosial.
Baca Juga: Diluncurkan Bulan Juli, Koperasi Merah Putih di Kota Jogja Disesuaikan Potensi Kelurahan
Sedangkan, untuk rumah tidak layak huni ada 16.548 kepala keluarga. Sehingga, Endah berharap bantuan PIP dari SD hingga perguruan tinggi bisa menaikkan indek pembangunan manusia di Gunungkidul.
“Kalau kita bergerak serentak, satu barisan, Gunungkidul yang adil, makmur, berdikari dan berkeadaban bisa kita wujudkan bersama,” jelas Endah.
Penyerahan PIP secara simbolis dilakukan di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Jumat (20/6/2025). Esti Wijayanti menekankan penggunaan dana PIP harus tepat sasaran dan dimanfaatkan secara maksimal untuk keperluan pendidikan.
Gunungkidul dipilih sebagai titik awal penyaluran PIP tahap pertama karena rata-rata lama sekolah di wilayah ini masih rendah, yakni hanya 7,35 tahun, setara dengan kelas 1 SMP.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan program bantuan.
“Ini berarti masih banyak anak-anak kita yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah. Harapan kami, minimal wajib belajar 12 tahun bisa tercapai,” ujar Esti. (cr1)
Editor : Winda Atika Ira Puspita