Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari SD hingga Perguruan Tinggi, 17 Ribu Pelajar dan Mahasiswa di Gunungkidul Terima Bantuan PIP: Upaya Dorong Akses Pendidikan dan Naikkan IPM

Yusuf Bastiar • Senin, 23 Juni 2025 | 04:55 WIB

Bayu M. Ridlo, penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), tengah belajar bersama adiknya di rumahnya, di daerah Samigaluh, Kulon Progo, Jogjakarta. (Istimewa)
Bayu M. Ridlo, penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), tengah belajar bersama adiknya di rumahnya, di daerah Samigaluh, Kulon Progo, Jogjakarta. (Istimewa)

GUNUNGKIDUL - Sebanyak 17 ribu pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi di Kabupaten Gunungkidul menerima bantuan program Indonesia pintar (PIP).

Bantuan ini bagian dari aspirasi My Esti Wijayanti sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, olahraga, sains, dan teknologi.

“Ya kemarin hari Jumat penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, di Bangsal Sewokoprojo,” ujar Bupati Gunungkidul Endah Subekti, Minggu (22/6/2025).

Besaran bantuan PIP tahun ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni Rp 450 ribu untuk siswa SD, Rp 750 ribu untuk siswa SMP, dan Rp 1.8 juta untuk siswa SMA/SMK selama satu tahun.

Bantuan tersebut dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan sekolah seperti perlengkapan belajar, transportasi, dan biaya tambahan lainnya.

Meski demikian, Endah menyoroti masih rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) di Gunungkidul dan tingginya jumlah penduduk penerima bantuan sosial.

Baca Juga: Ratusan Perenang Muda Ambil Bagian dalam Kapolres Magelang Kota Open 2025, Ada Peserta Kelahiran 2019 tapi Ikut di KU-18

Selain itu, data kemiskinan Gunungkidul masih tertinggi se DIY. Oleh karenanya, Endah menyampaikan terima kasih kepada Esti Wijayati atas dukungan dan bantuan kuota PIP yang besar untuk wilayah Gunungkidul.

Sebab, menurut Endah bantuan PIP membantu pelajar penerima bantuan untuk tetap bisa sekolah. “Anak-anak masih bisa melanjutkan sekolah,” katanya.

Ditambah, Endah menyebutkan 522 ribu warga Gunungkidul masih masuk sebagai penerima bantuan sosial.

Baca Juga: Diluncurkan Bulan Juli, Koperasi Merah Putih di Kota Jogja Disesuaikan Potensi Kelurahan

Sedangkan, untuk rumah tidak layak huni ada 16.548 kepala keluarga. Sehingga, Endah berharap bantuan PIP dari SD hingga perguruan tinggi bisa menaikkan indek pembangunan manusia di Gunungkidul.

“Kalau kita bergerak serentak, satu barisan, Gunungkidul yang adil, makmur, berdikari dan berkeadaban bisa kita wujudkan bersama,” jelas Endah.

Penyerahan PIP secara simbolis dilakukan di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Jumat (20/6/2025). Esti Wijayanti menekankan penggunaan dana PIP harus tepat sasaran dan dimanfaatkan secara maksimal untuk keperluan pendidikan.

Baca Juga: Pengawasan Makan Bergzi Gratis Diperkuat, Bapanas Usulkan SPPG Awasi Bahan Pangan Sebelum Diolah: Begini Teknisnya.. 

Gunungkidul dipilih sebagai titik awal penyaluran PIP tahap pertama karena rata-rata lama sekolah di wilayah ini masih rendah, yakni hanya 7,35 tahun, setara dengan kelas 1 SMP.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan program bantuan.

“Ini berarti masih banyak anak-anak kita yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah. Harapan kami, minimal wajib belajar 12 tahun bisa tercapai,” ujar Esti. (cr1)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tepat sasaran #DPR RI #MY Esti Wijayanti #akses pendidikan #ipm #Program PIP #Bantuan Pendidikan