Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Besole, Krismiyanti menjelaskan, nantinya ruko itu akan dijadikan tempat relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Wonosari.
Meski diakui, di Pasar Besole sendiri sudah dipenuhi puluhan PKL.
“Sudah ada PKL di sini, di depan pasar, di pinggir jalan raya pas,” ujar Krismiyanti pada Kamis, (12/6/2025).
Berdasarkan pantauan lapangan, sejak pagi hari pukul 08.00 terdapat 20 PKL di depan Pasar Besole.
Puluhan PKL tersebut juga menjual beraneka ragam jenis makanan dan minuman.
Sedangkan, di bagian dalam pasar tidak ada yang berjualan makanan atau jajanan ringan.
Krismiyanti menuturkan rata-rata pedagang di bagian dalam pasar menjual kebutuhan pokok sehari-hari.
Tetapi, menurutnya juga ada yang berjualan di luar itu seperti pedagang mainan, perabotan, bahkan sampai makanan berat.
“Di sini juga ada yang jualan bakso sama buka warung makan,” ujarnya.
Meski demikian, Krismiyanti menegaskan pedagang Pasar Besole tidak menolak kedatangan PKL Alun-alun Wonosari.
Hal ini menurutnya didasarkan pada keputusan atau kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. “Kami menerima PKL Alun-alun Wonosari," ucapnya.
Salah seorang PKL Pawon Sari yang berjualan bakso bakar, Sumiati mengaku dirinya sudah pernah melihat bagaimana denyut ekonomi Pasar Besole.
Saat Sumiati mendatangi Besole, dia juga mengaku sudah melihat PKL yang berjejer di pinggir jalan raya tepat di depan Pasar Besole.
Ia beranggapan, jika PKL Alun-alun Wonosari direlokasi ke Besole akan mengalami kebangkrutan.
“PKL itu tempatnya di jalan, bukan di ruko, namanya saja pedagang kaki lima” ujar Sumiati.
Tak hanya itu, Sumiati juga tak bisa membayangkan nasibnya nanti jika direlokasi di Pasar Besole.
Sebab, ia merasa akan bersaing dengan PKL di sana yang sudah punya pelanggan tetap.
Sedangkan PKL Alun-alun Wonosari harus memulainya lagi dari nol.
Bahkan dia yakin PKL Alun-alun Wonosari yang akan di tempatkan di ruko dalam pasar tidak bakal betah.
Keyakinan ini menurut Sumiati didasarkan pada kondisi pembeli yang lebih memilih membeli jajanan di pinggir jalan ketimbang harus masuk ke dalam pasar.
“Kita sudah memulai dari nol belasan tahun lalu di sini, di Alun-alun Wonosari. Biarkan kami tetap di sini,” ujar Sumiati. (cr1)
Editor : Bahana.