GUNUNGKIDUL - Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul masa bakti 2025–2030 resmi dilantik Rabu (11/06).
Bertempat di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari pelantikan ini dihadiri oleh jajaran pengurus PMI DIY, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, mitra organisasi kemanusiaan, dan para relawan.
“Ke depan, tantangan seperti bencana alam, masalah kesehatan, hingga isu sosial kemanusiaan membutuhkan sinergi semua pihak,” ujar ketua PMI Gunungkidul Periode 2025-2030, Sunyoto Rabu, (11/6/2025).
Ketua PMI Kabupaten Gunungkidul terbaru ini menegaskan komitmen organisasi untuk senantiasa menjunjung tinggi prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.
Baginya, prinsip-prinsip inilah yang akan terus menjadi kompas bagi PMI Gunungkidul dalam menjalankan tugas dan program kerja.
“Kami mengajak masyarakat, pemerintah daerah, organisasi mitra, dan relawan untuk terus bersatu dalam semangat solidaritas dan gotong royong,” ujar Sunyoto.
Bagi Sunyoto selama ini PMI Kabupaten Gunungkidul merupakan mitra strategis Pemerintah Daerah dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Menurutnya selama ini PMI telah berkontribusi dalam kegiatan donor darah, pelayanan pertolongan pertama, edukasi kesehatan, hingga penanganan bencana.
Dengan kepengurusan baru ini, dia berharap PMI semakin solid, profesional, dan responsif dalam menghadapi tantangan kemanusiaan di masa depan.
Ketua PMI Daerah Istimewa Yogyakarta, GBPH Prabukusumo, turut hadir dan memberikan dukungan moral serta arahan kepada para pengurus yang baru dilantik. Sunyoto mengenang perjuangan besar para pengurus lama selama pandemi COVID-19.
Dia mengingat selama 2020–2021 adalah masa yang berat bagi PMI Gunungkidul. Namun, berkat kerja keras dan keikhlasan tim, PMI tetap hadir membantu masyarakat selama 24 jam. Menurutnya ini dedikasi luar biasa dari PMI Gunungkidul untuk masyarakat umum.
“Pengurus harus bijak dan santun dalam menyampaikan kebijakan kepada pemerintah,” katanya.
Editor : Heru Pratomo