GUNUNGKIDUL - Selama libur panjang Idul Adha destinasi wisata di Gunungkidul ramai dikunjungi wisatawan.
Hal ini bisa dilihat dari kepadatan lalu lintas dipenuhi bus pariwisata maupun kendaraan pribadi yang memadati Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS).
Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul menuju area pantai.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana, mengungkapkan selama tiga hari sejak Jumat (6/6/) sampai Minggu (8/6) jumlah wisatawan mencapai 30 ribu pengunjung.
Bahkan, menurutnya persentase kunjungan wisatawan ke pantai mencapai 95 persen.
“Kebanyakan ke destinasi wisata pantai,” ujar Oneng Senin, (9/6/2025).
Oneng merinci jumlah spesifik wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul semalam tiga hari kebelakang ini.
Dia mengungkapkan pada Jumat (6/6) ada sebanyak 4.412 wisatawan yang menyambangi Bumi Handayani.
Sedangkan di hari Sabtu (7/6) menurut Oneng kunjungan pariwisata di Gunungkidul meningkat hampir tiga kali lipat, yakni mencapai angka 11.566 pengunjung.
“Sedangkan kemarin hari Minggu wisatawan yang datang ke Gunungkidul mencapai Minggu 13.800 wisatawan,” ujar Oneng.
Oneng menuturkan dari hasil rekap yang sudah dilakukan dinas pariwisata kunjungan wisatawan di Gunungkidul selama libur panjang idul kurban mengalami peningkatan 40 persen.
Angka peningkatan ini menurutnya berdasarkan dari kunjungan wisatawan di hari-hari biasa. Peningkatan semacam ini, menurut Oneng selalu terjadi setiap kali ada libur panjang secara nasional.
“Kali ini puncak kedatangan wisatawan di hari Minggu kemarin,” kata Oneng.
Tidak seperti biasanya, libur panjang kali ini Dinas Pariwisata Gunungkidul mengaku tidak mempunyai target kunjungan wisatawan.
Meski demikian, Oneng menuturkan selama kunjungan wisatawan di libur panjang idul kurban kali ini Dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp. 305.859.000.
“Kami selalu punya target kunjungan di saat libur besar,” ungkap Oneng.
Kemudian, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta menghimbau kepada masyarakat yang hendak berwisata ke Gunungkidul hendaknya menyiapkan uang digital.
Sebab, selain mempermudah pemantauan uang retribusi yang masuk, juga bisa mempercepat transaksi pembelian tiket.
Sehingga, bisa mengantisipasi terjadinya kemacetan di Tempat Pengambilan Retribusi (TPR).
Meski demikian, Supriyanta berpendapat agar wisatawan juga menyiapkan uang tunai untuk berjaga-jaga ketika terjadi kendala jaringan internet.
“Pembayaran non tunai melalui QRIS atau M-POS,” ujar Supriyanta. cr1
Editor : Bahana.