Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelepasan 101 Tukik Penyu di Pantai Wediombo Disambut Antusias, Bupati Gunungkidul Gagas Wisata Konservasi Baru

Yusuf Bastiar • Kamis, 5 Juni 2025 | 05:01 WIB

 

Pelepasan 101 tukik penyu di Pantai Wediombo berjalan lancar. Semua tukik berhasil dilepas liarkan ke lautan.
Pelepasan 101 tukik penyu di Pantai Wediombo berjalan lancar. Semua tukik berhasil dilepas liarkan ke lautan.

GUNUNGKIDUL - Sebanyak 101 tukik (anak penyu) dilepasliarkan ke laut lepas di Pantai Wediombo, Rabu (4/6/2025).

Tukik-tukik ini berasal dari 108 butir telur penyu yang ditemukan pada Sabtu (17/5/2025) lalu.

Proses penetasan dilakukan oleh tim penangkaran di Pantai Pelangi, Bantul pada Selasa (5/6/2025) pagi.

Pelepasan tersebut turut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti. Ia menyebut pelepasan tukik penyu bisa menjadi destinasi wisata edukatif baru yang potensial di wilayahnya.

“Kemarin kami mendapatkan kabar kalau telur penyu yang berasal dari Pantai Wediombo sudah menetas,” ujar Endah.

Endah menyebut kegiatan ini bisa dikembangkan sebagai wisata berbasis konservasi. Dia memastikan ke depan kelestarian penyu akan terus dijaganya. Komitmen pelestarian ini sudah diatur melalui perundang-undangan yang secara tegas melarang penangkapan penyu.

Pun, terlebih kawasan Pantai Siung-Wediombo sudah masuk dalam kawasan zona konservasi dan sudah ada peraturan daerahnya.

"Penangkapan penyu dan pengambilan telurnya dilarang keras, siapun yang melakukan ada sanksi hukum yang berlaku,” tegasnya.

Endah menambahkan, melalui kerja sama antara Dinas Pariwisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemkab Gunungkidul tengah mengkaji kemungkinan membuka destinasi wisata pelepasan tukik secara berkala.

“Kami akan petakan waktu-waktu penyu bertelur dan menetas. Kalau memungkinkan, wisata ini akan dibuka di bulan-bulan tertentu,” jelasnya.

Wisata ini nantinya akan masuk kategori wisata minat khusus yang akan dibuka pada momentum tertentu. Namun, aspek edukasi dan perlindungan tetap menjadi prioritas. Endah menegaskan bahwa seluruh proses tetap akan dikendalikan oleh petugas konservasi.

“Wisatawan hanya menyaksikan, sementara proses penetasan dan pelepasan tetap dilakukan oleh petugas,” pungkasnya.

Kepala Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Veronica Vony memandu proses pelepasan secara bertahap. 

Proses pelepasan dilakukan 10 kloter. Sebab, sekali pelepasan, hanya terdapat 10 tukik.

Kemudian, Endah dan sembilan orang jajaran berbaris menyamping. Masing-masing memegang wadah kecil berisi tukik. Posisi tukik harus dihadapkan ke daratan untuk dileparliarkan.

“Tukik jangan langsung dihadapkan ke laut, ya,” ujar Vony menggunakan megaphone.

Baca Juga: Tak Mau Ada Keterlambatan, Bupati Sleman Harda Kiswaya Wajibkan Gaji Pegawai Dibayar Setiap Tanggal Satu

Tak hanya berhenti di situ saja, Vony mengungkapkan alasan tukik harus dihadapkan ke daratan saat pelepasan agar pertama kali tukik menginjakkan kakinya di pasir pantai, mereka bisa mengingat daratan pesisir asal dia berada.

Sehingga, nantinya ketika tukik sudah dewasa akan kembali ke Pantai Wediombo untuk bertelur. Per 10 tukik mulai dilepaskan.

Sekecap, tukik menatap daratan dan membalikkan badannya ke arah suara deburan ombak. Tak terlihat seperti berjalan menggunakan kaki, tukik justru menyeret-nyeret tubuhnya menuju lautan. 

Baca Juga: Pengamat Sepak Bola Fajar Junaedi Sebut Indonesia Lebih Berpeluang Raih Kemenangan Dibandingkan China pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

“Biarkan mereka menuju lautan tanpa bantuan manusia,” ujar Vony mengingatkan.

Tak mau ketinggalan, rombongan pelajar pun turut serta melakukan pelepasan tukik penyu. Pelepasan 101 tukik ke lautan lepas Pantai Wediombo berjalan 30 menit lamanya.

Satu persatu tukik terseret ombak ke dalam lautan. Sampai akhirnya, semua terlepas dengan selamat.

Baca Juga: Pedagang Tinggalkan Kapal Mendoan karena Sepi Pembeli, Kini Ada 36 Kios Tak Berpenghuni

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari pelajar. Dua di antaranya, Aurel dan Yohana Arialbeka dari SMPN 2 Girisubo, mengaku baru pertama kali menyaksikan pelepasan tukik secara langsung.

“Lucu dan menggemaskan. Kalau nanti lihat telur penyu, pasti langsung kami laporkan ke petugas biar lestari,” kata Aurel. (cr1/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pantai wediombo #zona konservasi #Pemkab Gunungkidul #lepasliar #pelepasan tukik penyu