Jika berkendara menggunakan sepeda motor dari dusun menuju pasar hanya membutuhkan waktu 4 menit dalam menempuh jarak 900 meter itu.
Namun, sudah dua bulan belakangan ini warga Sokokerep jarang bepergian ke pasar.
Sebab, kebutuhan sayur mereka sudah tersedia di Pasar Tiban Sayur yang lokasinya berada di Sekretariat Bersama Kelompok Informasi Masyarakat Sokokerep.
Pasar ini digagas dan beroperasi atas inisiatif warga secara mandiri.
Setelah melakukan uji coba selama dua bulan akhirnya seorang warga, Partiyem memutuskan membuka usaha penitipan sayur.
Pasar Tiban Sayur ini sudah melalui masa percobaan dua bulan lamanya sejak April hingga Mei.
Pada awal-awal pendirian, Parti mengaku mengalami berbagai kendala.
Salah satunya disebabkan oleh ketersediaan sayur sendiri yang sering terlambat.
Sebab, dua bulan ini sayur yang Parti dapat berasal dari Magelang.
“Anak saya yang mengirim langsung dari Pakis Magelang,” ujar Parti Senin, (2/6).
Parti menuturkan bahwa waktu pertama kali dirinya mencoba pengiriman sayur dari Magelang berangkat Pukul 06.00 Pagi.
Sehingga, sampai Dusun Sokokerep sekitar pukul 09.00 yang notabene sudah terlalu siang.
Menurut Parti, ibu-ibu Sokokerep di atas jam 08.00 pagi sudah banyak yang pergi ke warung atau kepasar.
Kemudian, strategi tersebut dibicarakan kembali.
Akhirnya, pengiriman sayur dari Magelang diberangkatkan tepat pukul 04.00 WIB, sehingga sampai di lokasi pukul 06.30.
“Satu hari sebelumnya saya unggah di story dan grup WhatsApp untuk promosi,” ujar Parti.
Strategi tersebut bagi Parti cukup berhasil. Sehingga, banyak yang memesan satu hari sebelum gelaran pasar Tiban Sayur dibuka.
Biasanya pemesan sayur akan mengambil pesanannya pada pukul 07.00 pagi.
Tak hanya itu, seketika sekretariat bersama KIM Sokokerep menjadi ramai dikerumuni banyak ibu-ibu yang membeli atau mengambil pesanannya.
Parti menuturkan inisiatif mandirinya ini ramai dikunjungi setelah dirinya melakukan uji coba sebanyak empat kali pengiriman sayur.
Hingga kini dirinya mengalami lonjakan permintaan kebutuhan sayur segar. semakin meningkat.
“Saya memantapkan diri untuk membuka Tiban Sayur ini,” tuturnya.
Inisiatif Parti merupakan bagian dari penguatan keanggotaan Kelompok Wanita Tani dari KIM Sokokerep dengan memberikan tantangan, peluang, kemauan dan kemandirian kepada setiap orang yang mau berusaha.
Ke depan, Parti berharap banyak ibu-ibu Sokokerep yang juga mau memasarkan produknya di Pasar Tiban Sayur yang ia gagas.
Dia juga berharap pasar tiban ini kedepannya menjadi usaha bersama bagi masyarakat Sokokerep Kalurahan Semanu. (cr1)
Editor : Bahana.