Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Petani Jemur Kacang di Pinggir JJLS, Harap Cuaca Selalu Cerah: Kacang Tanah Butuh Kering Maksimal demi Harga Jual

Yusuf Bastiar • Sabtu, 31 Mei 2025 | 03:36 WIB

 

BERKAH CUACA: Para petani di Kalurahan Karangawen saat menjemur kacang tanah di sepanjang JJLS Gunungkidul.
BERKAH CUACA: Para petani di Kalurahan Karangawen saat menjemur kacang tanah di sepanjang JJLS Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL - Musim kemarau yang mulai terasa, menjadi berkah tersendiri bagi petani di wilayah pesisir selatan Gunungkidul.

Di sepanjang Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), dari Rongkop hingga Tepus, tampak deretan petani menjemur kacang tanah di bahu jalan. Ini menjadi pemandangan umum sejak panen raya usai beberapa waktu lalu.

Salah satu petani asal Kalurahan Karangawen, Kapanewon Girisubo, Eni Winarti menyampaikan, sinar matahari sangat dibutuhkan untuk mengeringkan hasil panen. Sebab, kualitas kacang tanah sangat ditentukan dari kadar kekeringannya.

“Soalnya (kualitas kacang) pengaruh sama harga,” kata Eni, Jumat (30/5/2025).

Menurut Eni, selama Mei ini harga jual kacang tanah sempat anjlok drastis. Di pasaran, satu kilogram kacang hanya dihargai Rp 10 ribu.

Hal itu dipengaruhi oleh kondisi kemarau basah yang terjadi sepanjang bulan lalu.

“Selama kemarau basah kacang yang petani jemur keringnya gak maksimal,” ujarnya.

Akibat kadar kering yang tidak maksimal, ketahanan kacang menjadi berkurang. Sepengalaman Eni, kacang tanah yang tidak kering maksimal akan mudah terkena jamur.

Sehingga, banyak pembeli yang enggan menanggung resiko kerugian. “Ya Alhamdulillah dua hari ini panas maksimal,” jelasnya.

Dia menyebut, butuh waktu empat hari untuk menjemur agar benar-benar kering. Namun, ketika melebihi dari waktu tersebut, maka kualitasnya bisa menurun.

Baca Juga: D3 Farmasi Paling Diminati, 2.139 Peserta Lolos SNBT Untidar Magelang

Kacang yang tidak kering sempurna, kata Eni, memiliki daya tahan yang rendah. Itu sebabnya banyak tengkulak enggan membeli dalam jumlah besar karena khawatir merugi.

“Makanya saya harap seminggu ke depan cuaca tetap panas. Biar semua hasil panen bisa kering maksimal,” ujarnya penuh harap. (cr1/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#JJLS #kacang tanah #panen raya #harga jual #Petani #hasil panen #berkah