Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelabuhan Perikanan Sadeng Gunungkidul Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih, DKP DIY Tunggu Survei Kementerian

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 30 Mei 2025 | 04:34 WIB

 

Tim SAR Satlinmas Korwil I Gunungkidul melakukan penjagaan di kawasan Pantai Sadeng, Songbanyu, Girisubo (9/4)
Tim SAR Satlinmas Korwil I Gunungkidul melakukan penjagaan di kawasan Pantai Sadeng, Songbanyu, Girisubo (9/4)
 

JOGJA - Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Gunungkidul diusulkan menjadi lokasi Kampung Nelayan Merah Putih.

Hal itu merupakan tindak lanjut dari program pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang tahun 2025 yang digawangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

 "Kami kemarin rencana mengusulkan setidaknya salah satu pelabuhan (di DIY, Red) bisa masuk menjadi Kampung Nelayan Merah Putih," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY R. Hery Sulistio Hermawan Kamis (29/5/2025).

Surat resmi dari KKP terkait rencana pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia telah diterima. PPP Sadeng menjadi salah satu kandidiat kuat yang diusulkan.

"Nanti keputusan ada di pusat, kami sifatnya masih usulan," tuturnya.

Pertimbangan PPP Sadeng menjadi usulan Kampung Nelayan Merah Putih, di antaranya, karena pelabuhan tersebut setidaknya sudah ada bangunan dan fasilitasnya. Selain itu pelabuhan itu juga telah lama beroperasi sejak tahun 1990-an.

"Potensi hasil laut juga luar biasa dan sudah ada pelaku udaha perikanan tangkap. Kapal besar yang ada di sana," tuturnya.

Pelabuhan itu juga sudah ada cold storage atau ruang pendingin ikan hasil tangkapan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R. Hery Sulistio Hermawan.  (AGUNG DWI PRAKOSO / RADAR JOGJA)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R. Hery Sulistio Hermawan. (AGUNG DWI PRAKOSO / RADAR JOGJA)

Ia berharap ada hilirisasi terhadap produk tangkapan ikan yang didaratkan di pelabuhan itu.

"Bisa memberikan multiplier efect ekonomi kepada masyarakat sekitar," terangnya.

Produk produk perikanan dari kawasan itu selama ini menjangkau berbagai pasar di wilayah DIY, termasuk Sleman, Kota Jogja, Kulon Progo, dan Bantul.

Dengan pengusulan itu, diharapkan dapat diterima dan tumbuh industri pengolahan yang bisa merambah pasar ekspor.

"Kami juga sedang mengincar pasar baru, utamanya di program makan bergizi gratis (MBG) agar bisa masuk dapur satuan pelayanan peningkatan gizi (SPPG)," jelasnya.

Dengan lengkapnya aspek pendukung pelabuhan mulai adanya kelompok nelayan, pengusaha kapal, pasar dan sebagainya, pihaknya berencana merangkai aspek itu agar PPP Sadeng menjadi kawasan sentra pengembangan perikanan tangkap.

Bahkan bisa tumbuh menjadi kampung nelayan merah putih.

"Kebetulan rencana Bapperida DIY, daerah Sadeng akan dijadikan kawasan proyek strategis nasional sehingga akan ada kolaborasi lintas sektor," tandasnya.

Lahan untuk pengembangan kawasan PPP Sadeng rencananya dibangun di atas tanah kalurahan atau Sultanaat Grond (SG).

Pihaknya tengah mengurus izin pemanfaatanya untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP DIY Catur Nur Amin menambahkan, PPP Sadeng memang diwacanakan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.

Salah satu syarat usulan itu yakni luas lahan minimal 1 hektare. Proses pengajuan kekancingan memanfaatan SG akan segera dilakukan untuk pengembangan pelabuhan itu.

"Di situ akan dibangun faslitias tambahan yang mendukung nelayan," ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, total nelayan di DIY ada sekitar 5.000 orang di sepanjang pantai selatan. Namun yang tercatat aktif sekitar 3.000 nelayan, termasuk nelayan di PPP Sadeng. (oso/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kampung Nelayan Merah Putih #Gunungkidul #PPP Sadeng