Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kemarau Basah, Tangkapan Laut Menurun Drastis di Pantai Nampu Gunungkidul: Nelayan Beralih Olah Lahan Pertanian untuk Bertahan Hidup

Yusuf Bastiar • Kamis, 29 Mei 2025 | 05:06 WIB

 

BERLAYAR: Nelayan Pantai Nampu Gunungkidul sedang menyiapkan kapalnya untuk kembali melaut.  Musim kemarau basah ini, hasil tangkapan menurun.
BERLAYAR: Nelayan Pantai Nampu Gunungkidul sedang menyiapkan kapalnya untuk kembali melaut. Musim kemarau basah ini, hasil tangkapan menurun.

GUNUNGKIDUL - Musim kemarau basah membawa dampak besar bagi nelayan di pesisir Pantai Nampu, Desa Balong, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.

Hasil tangkapan ikan dan lobster menurun drastis dalam sebulan terakhir. Meski demikian, para nelayan tetap gigih melaut setiap pagi hingga siang, menebar jala demi menyambung hidup.

Seorang nelayan tradisional Irwanto mengatakan, turunnya hasil tangkapan disebabkan perubahan musim.

Cuaca kering berkepanjangan memengaruhi populasi ikan dan lobster di sekitar perairan selatan Wonogiri. “Sekarang jarang turun hujan,” ujar Irwan, Rabu (28/5/2025).

Ia membandingkan kondisi perairan Nampu dengan Pantai Baron di Gunungkidul. Menurutnya, nelayan Baron hingga kini masih menikmati tangkapan melimpah, karena jenis ikan yang hidup di sana berbeda.

“Kalau di Baron banyak Bawal Laut. Di sini (Nampu) kami hanya biasa dapat Tongkol, Saru, dan Jiti. Sama lobster juga,” tuturnya.

 Baca Juga: Stok Hewan Kurban Dipastikan Cukup, Dispeterikan Kabupaten Magelang Gencarkan Pemeriksaan

Namun, selama sebulan terakhir ini nelayan hanya mampu membawa pulang sekitar 2–3 kilogram lobster dan 20–30 kilogram ikan per hari.

Padahal, saat musim penghujan, hasil tangkapan ikan dan lobster bisa mencapai ratusan kilogram. “Ya kami paham ini soal musim saja,” jelasnya.

Minimnya hasil tangkapan nelayan ini diklaim sangat memengaruhi kondisi ekonomi keluarganya.

Sejauh ini, dia menyiasati musim lesu tangkapan laut dengan kembali mengolah lahan pertanian miliknya.

Meskipun demikian, setiap pagi sampai siang tetap pergi melaut untuk mendapatkan beberapa kilo lobster dan belasan kilo ikan.

“Kalau gak begitu gak bisa bertahan hidup nanti,” keluhnya.

 Baca Juga: Polres Purworejo Tangkap Empat Pegawai Bank Plecit yang Tagih Utang Pakai Cara Kekerasan

Senada, nelayan lain yang akrab disapa Sukidi menuturkan bahwa musim kemarau selalu identik dengan hasil tangkapan yang minim.

Musim panen ikan dan lobster di Nampu biasanya berlangsung saat musim penghujan. Begitu tidak ada hujan nelayan mulai kesulitan mendapatkan hasil yang memadai.

“Jadi kalau musim kemarau begini populasi ikannya sedikit,” ujar Sukidi. (cr1/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pantai Nampu #bertahan hidup #menurun drastis #Gunungkidul #tangkapan laut #Nelayan #lahan pertanian #kemarau basah