GUNUNGKIDUL - Hasil panen pertanian di Kabupaten Gunungkidul sejak Januari-Mei memuaskan. Hal ini tidak hanya terjadi pada padi, namun juga jagung, kedelai, dan kacang.
Dinas Pertanian Gunungkidul mencatat, hasil panen lahan padi seluas 45.963 hektaree mencapai 240.26 ton. Jika dihitung per hektaree, lahan menghasilkan rata-rata produksi 52,27 kuintal.
“Musim ini sangat maksimal hasil panennya,” klaim Kepala Dinas Pertanian Gunungkidul Rismiyadi Minggu (25/5).
Sementara untuk hasil panen jagung akhir musim ini mencapai total produksi 258.682,47 ton. Hasil panen ini berasal dari luasan lahan jagung 46.654 hektaree. Hampir sama dengan padi, per hektaree lahan jagung bisa menghasilkan hasil panen mencapai 55,45 kuintal.
Selain itu untuk kedelai sendiri dari luas panen 124.000 hektare mencapai rata-rata produksi 12,36 kuintal per hektare. Dari jumlah tersebut jika dikalkulasikan hasil panen kedelai se Gunungkidul mencapai 153,28 ton. Kemudian, untuk kacang tanah dari luas panen 19.057 hektare dengan rata-rata produksi 13.02 kuintal per hektare mencapai hasil produksi 24.820,24 ton.
“Capaian angka produksi ini tak lepas dari curah hujan yang cukup, sehingga produktivitas rata-rata lebih stabil atau cenderung naik,” ujarnya.
Meski demikian, hal serupa tidak turut dirasakan petani di Padukuhan Duwet, Purwodadi, Tepus. Sebab mereka mengeluhkan hama. “Hamanya itu kera (ekor panjang yang merusak jagung, Red),” ujar petani setempat Saido.
Mengantisipasi anjloknya hasil panen, petani memilih memagari lahan dengan jaring. Namun cara itu disebut belum efektif. Karena kera ekor panjang yang cerdik. Sebab kera bisa membuka jaring dari bawah dan masuk ke area pertanian. “Caranya begitu mereka masuk ke lahan,” keluh Saido. (cr1/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita