Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Program 'Wakaf Uang' Dukung Penurunan Stunting di Gunungkidul, Jadi Motor Penggerak Ekonomi Berkelanjutan

Yusuf Bastiar • Jumat, 23 Mei 2025 | 05:50 WIB
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Bank Syariah Indonesia meluncurkan program Wakaf Uang, Kamis (22/5/2025).
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Bank Syariah Indonesia meluncurkan program Wakaf Uang, Kamis (22/5/2025).
GUNUNGKIDUL - Sebagai upaya menggenjot percepatan penurunan stunting, Pemkab Gunungkidul meluncurkan program 'Wakaf Uang' Kamis (22/5/2025). Ini menggenadeng Bank Syariah Indonesia sebagai bagian dari “Kota Wakaf Gunungkidul for Stunting”.
 
Gerakan ini nantinya dapat menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, berbasis kemandirian dan kolaborasi. 
 
Kegiatan yang digelar di Hotel Santika Gunungkidul ini menjadi langkah strategis memanfaatkan wakaf produktif untuk mempercepat penurunan angka stunting dan menguatkan ekonomi umat.
 
Baca Juga: Rentang Satu Pekan Satlinmas Rescue Istimewa Temukan 330 Butir Telur Penyu di Tiga Titik Pantai Gunungkidul
 
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto mengungkapkan,  prevalensi stunting di wilayahnya terus menurun.
 
Namun, tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama. Angka stunting nasional tahun 2021 berada di 21,5 persen, kini sudah turun menjadi 19,8 persen. Di Gunungkidul sendiri angka stunting sudah turun mencapai 14,35 persen.
 
“Artinya, tinggal 0,35 persen lagi untuk mencapai target nasional 14 persen pada 2025,” jelas Joko Kamis (22/5/2025).
 
Baca Juga: BMKG Yogyakarta Sebut Hujan di Tengah Musim Kemarau Masih Terjadi Hingga Tiga Bulan ke Depan, Ini Penyebabnya!
 
Joko juga menyoroti pentingnya perhatian pada sektor pendidikan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
 
Pasalnya, masih banyak sekolah di Gunungkidul yang rusak dan kekurangan sarana dan prasarana. Selain untuk mencegah stunting, program wakaf uang juga akan diarahkan pemanfaatan pemberdayaan sosial.
 
Program ini diinisiasi oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan didukung oleh sejumlah lembaga pemerintah serta tokoh masyarakat.
 
Baca Juga: Kemarau Basah di Kulon Progo Sebabkan 18 Titik Bencana dalam Seminggu Terakhir  
 
Peluncuran ini juga menjadi bagian dari gerakan pembangunan sosial berkelanjutan yang inklusif dan melibatkan lintas sektor.
 
Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan, wakaf memiliki peran strategis sebagai investasi sosial makro yang berdampak langsung bagi masyarakat.
 
Bagi Sri, semakin besar investasi sosial, maka akan semakin kecil biaya yang ditanggung masyarakat.
 
Baca Juga: Jaga Kondisi, Sunni Hizbullah dan Lucky Oktavianto Isi Waktu Luang dengan Main Tarkam
 
“Dana wakaf dapat digunakan untuk membangun fasilitas publik dan memperkuat ekonomi sosial,” ujar Sri Darmadi dalam sambutannya.
 
Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten mengklaim bahwa Gunungkidul telah menunjukkan progres signifikan dalam pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf dan zakat.
 
Hal ini dibuktikan dengan adanya program inkubasi wakaf produksi, kampung zakat, serta delapan program prioritas Kementerian Agama yang sudah berjalan di wilayah Pulutan, Wonosari, Mbalong, dan Girisubo. (cr1)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Gunungkidul #ekonomi berkelanjutan #Pemkab Gunungkidul #Wakaf Uang #Penurunan Stunting