GUNUNGKIDUL - Sebagai upaya menggenjot percepatan penurunan stunting, Pemkab Gunungkidul meluncurkan program 'Wakaf Uang' Kamis (22/5/2025). Ini menggenadeng Bank Syariah Indonesia sebagai bagian dari “Kota Wakaf Gunungkidul for Stunting”.
Gerakan ini nantinya dapat menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, berbasis kemandirian dan kolaborasi.
Kegiatan yang digelar di Hotel Santika Gunungkidul ini menjadi langkah strategis memanfaatkan wakaf produktif untuk mempercepat penurunan angka stunting dan menguatkan ekonomi umat.
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto mengungkapkan, prevalensi stunting di wilayahnya terus menurun.
Namun, tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama. Angka stunting nasional tahun 2021 berada di 21,5 persen, kini sudah turun menjadi 19,8 persen. Di Gunungkidul sendiri angka stunting sudah turun mencapai 14,35 persen.
“Artinya, tinggal 0,35 persen lagi untuk mencapai target nasional 14 persen pada 2025,” jelas Joko Kamis (22/5/2025).
Joko juga menyoroti pentingnya perhatian pada sektor pendidikan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Pasalnya, masih banyak sekolah di Gunungkidul yang rusak dan kekurangan sarana dan prasarana. Selain untuk mencegah stunting, program wakaf uang juga akan diarahkan pemanfaatan pemberdayaan sosial.
Program ini diinisiasi oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan didukung oleh sejumlah lembaga pemerintah serta tokoh masyarakat.
Peluncuran ini juga menjadi bagian dari gerakan pembangunan sosial berkelanjutan yang inklusif dan melibatkan lintas sektor.
Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan, wakaf memiliki peran strategis sebagai investasi sosial makro yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Bagi Sri, semakin besar investasi sosial, maka akan semakin kecil biaya yang ditanggung masyarakat.
“Dana wakaf dapat digunakan untuk membangun fasilitas publik dan memperkuat ekonomi sosial,” ujar Sri Darmadi dalam sambutannya.
Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten mengklaim bahwa Gunungkidul telah menunjukkan progres signifikan dalam pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf dan zakat.
Hal ini dibuktikan dengan adanya program inkubasi wakaf produksi, kampung zakat, serta delapan program prioritas Kementerian Agama yang sudah berjalan di wilayah Pulutan, Wonosari, Mbalong, dan Girisubo. (cr1)