GUNUNGKIDUL - Dalam sepekan terakhir, sebanyak 330 butir telur penyu ditemukan di tiga titik pantai selatan Gunungkidul.
Penemuan tersebut terjadi di Pantai Wediombo, Jungwok, dan Nampu. Seluruh telur yang berhasil diamankan segera dievakuasi ke tempat penangkaran di wilayah Bantul.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah 1 di Pantai Sadeng Sunu Handoko menjelaskan, telur penyu nantinya akan ditetaskan di tempat penangkaran.
Setelah menetas, tukik-tukik akan dilepasliarkan kembali di lokasi tempat telur tersebut ditemukan.
“Misal, kayak yang di Pantai Wediombo, yang menetas berapa nanti rilisnya di sana,” ujarnya Kamis (22/5/2025).
Proses penemuan telur pertama terjadi pada Sabtu (17/5/2025) di Pantai Wediombo. Saat itu, tim SAR yang tengah berpatroli menemukan dua jejak penyu jejak asli dan jejak semu.
Jejak semu yaitu jejak yang ditinggalkan oleh penyu dengan lokasi sangat jauh dari tempat bertelur.
Hal ini dilakukan penyu sebagai tindakan adaptasi dan pertahanan agar telur tidak dimangsa hewan lain.
“Biasanya kalau ada jejak seperti itu, di radius lima meter sisi kiri atau kanan akan ada sarangnya. Dan benar saja, kami temukan 108 telur dalam kondisi sangat baik,” ungkapnya.
Penemuan kedua terjadi di Pantai Jungwok, Selasa (20/5/2025). Berbeda dari sebelumnya, jejak penyu di Jungwok langsung mengarah ke titik sarang.
Tim pun bergerak cepat menggali dan menemukan 111 telur, dua di antaranya dalam kondisi rusak. Dan lainnya dalam kondisi yang sangat baik.
“Ini di Pantai Jungwok juga kawasan konservasi,” ujar Sunu.
Keesokan harinya, Rabu (21/5/2025), tim kembali menemukan sarang telur penyu di Pantai Nampu.
Jejak yang terlihat memicu pencarian intensif, hingga akhirnya ditemukan 111 butir telur dalam kondisi baik.
“Tim SAR melakukan evakuasi penyu dengan digali,” tambahnya.
Proses evakuasi dilakukan secara teliti. Telur-telur dimasukkan ke dalam boks styrofoam dan ditaburi pasir pantai guna menjaga suhu alaminya.
Setelah kondisi dinyatakan aman, laporan disampaikan ke Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Yogyakarta.
“Dinas Kelautan dan Perikanan DIY maupun Kabupaten juga kami kabari untuk diambil dan dibawa ke penangkaran,” tambahnya. (cr1/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita