Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Gunungkidul Akibatkan Banjir Hingga Pohon Tumbang di 29 Lokasi

Yusuf Bastiar • Rabu, 21 Mei 2025 | 03:20 WIB

 

EVAKUASI: Petugas BPBD bersama TNI, Polisi, relawan, dan warga sedang melakukan cepat tanggap bencana di Kalurahan Katongan, Nglipar Senin (19/5).
EVAKUASI: Petugas BPBD bersama TNI, Polisi, relawan, dan warga sedang melakukan cepat tanggap bencana di Kalurahan Katongan, Nglipar Senin (19/5).
 

GUNUNGKIDUL - Hujan lebat disertai angin kencang di Gunungkidul pada Senin (19/5) mengakibatkan banjir hingga pohon tumbang. Sesuai data BPBD Gunungkidul, tercatat dua titik banjir dan 27 titik yang terdampak pohon tumbang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumandi menjelaskan, pohon tumbang mengakibatkan rumah rusak, tertutupnya akses jalan, hingga terputusnya arus listrik. Kondisi ini terjadi di Kapanewon Wonosari, Tanjungsari, Karangmojo, Semanu, Nglipar, Purwosari, dan Gedangsari.

Sampai saat ini, masih ada dua titik pohon tumbang yang berlum tertangani. Yakni menimpa jaringan listrik di Pacarejo, Semanu dan tertutupnya Jalan Cremo, Tegalrejo, Gedangsari.

Sementara untuk dua titik banjir, terjadi di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Keduanya masih dalam proses penanganan. “Untuk penanganan kita mengerahkan 20-an personel yang di sebar ke titik titik terdampak,” ungkap Sumandi Selasa (20/5).

Disebutkan, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada Senin terjadi di Kapanewon Semin, Saptosari dan Tanjungsari. Namun pada asesmen awal, hujan lebat disertai angin dan kilat tersebut dapat meluas ke Kapanewon Wonosari, Nglipar, Playen, Paliyan, Panggang, Tepus, Semanu, Karangmojo, Ponjong, Ngawen, dan Purwosari.

“Asesmen dilakukan oleh tim reaksi cepat (TRC) BPBD maupun pihak terkait guna meminimalisir baik dampak maupun korban,” ujar Sumandi.

Sementara daerah rawan banjir berada di wilayah sepanjang aliran Sungai Oya, Gua Pindul. Kemudian sepanjang aliran sungai di Wonosari, Paliyan dan Playen juga berpotensi rawan banjir. Sedangkan di wilayah selatan Gunungkidul memiliki risiko banjir genangan. Selain itu, potensi tanah longsor berada di wilayah utara Gunungkidul.

“Kalau potensi angin kencang di semua wilayah,” ujar Sumandi.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk melakukan pemangkasan pohon, pembersihan saluran air, dan tidak membuang sampah di sungai. “Masyarakat agar melakukan penyelamatan secara mandiri ketika terjadi bencana,” pesan Sumandi. (cr1/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Hujan lebat #Angin Kencang #Gunungkidul #Banjir #Pohon Tumbang #BPBD Gunungkidul