Bukan untuk berwisata. Mereka datang dengan keperluan membeli sapi atau kambing untuk dijadikan hewan kurban.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengungkapkan bahwa Gunungkidul siap memasok kebutuhan sapi, kambing, dan domba.
Tak hanya menyuplai area DIY saja, tapi untuk luar provinsi DIY.
“Jadi untuk ketersediaan hewan kurban Gunungkidul masih cukup banyak, baik itu sapi, kambing, maupun domba,” ujar Wibawanti Wulandari Minggu (18/5/2025).
Lebih rinci, Wulandari menjelaskan sekarang ini Stok hewan kurban di Gunungkidul untuk sapi mencapai 13.669 ekor.
Sedangkan kambing 14.825 dan domba mencapai 213 ekor.
Wulandari mengungkapkan selama ini Kabupaten Gunungkidul juga menyuplai kebutuhan hewan kurban ke daerah-daerah lain di DIY.
Diungkapkan hewan kurban asal Gunungkidul bisa memasok sampai ke luar provinsi seperti Jakarta dan Bogor.
“Kita banyak menyuplai keluar daerah,” pungkasnya.
DPKH Gunungkidul memprediksi kebutuhan sapi untuk hewan kurban di daerahnya mencapai 4.000-an ekor.
Sejauh ini dari data yang sudah dihimpun DPKH, masyarakat Gunungkidul yang menjadikan sapi sebagai hewan kurban lebih banyak ketimbang yang memilih kambing.
Sedangkan untuk domba sendiri sangat jarang peminatnya.
“Sapi dan kambing menjadi pilihan,” ungkap Wulandari menambahi.
Dikatakan, kesiapan hewan kurban di Gunungkidul disokong oleh peternak berbasis rumah tangga.
Data Badan Pusat Statistik peternak rumahan di Gunungkidul mencapai 12.400.
Wulandari menyebut, Gunungkidul belum memiliki peternakan skala besar yang memelihara minimal ribuan ekor hewan ternak.
Meski demikian, dalam catatan Wulandari Gunungkidul sudah memiliki peternakan kelas menengah berbasis perusahaan seperti Sawung Seto Farm di Nogosari Bandung Kapanewon Playen.
“Itu perusahaan menengah. Karena kalau kategori menengah itu lebih dari 60 ekor, artinya 100 misalnya tapi kalau yang kurang dari 60 itu kategori kecil,” jelasnya. cr1
Editor : Bahana.