Dari pemantauan arus lalu lintas di lapangan, sejak pukul 11.30 hingga 13.45 WIB lalu lalang kendaraan agak tersendat.
Namun, jika pengerjaan problem truk tak kunjung usai, ini bisa menanggung arus pulang kerja. Khususnya bagi warga Gunungkidul yang bekerja di Kota.
Sebab, posisi truk tronton persis berada di tengah jalan.
Diketahui truk tronton tak kuat ketika berada di tanjakan sekaligus tikungan bukit bintang. Tronton yang hendak menuju Wonosari itu mengalami gancet, akhirnya tak bisa melanjutkan perjalanan.
Pada mulanya, sopir mencoba menghidupkan mesin, namun, daya aki tidak mencukupi, sehingga starter mesin tidak bisa menyala.
Di Jalan Jogja-Wonosari, sopir truk tidak sendirian, ia dibantu Relawan Jalan Raya Slumprit dan tiga personil kepolisian Polsek Piyungan untuk mengatur arus lalu lintas.
Andi, salah satu relawan menuturkan bahwa dirinya sudah mencoba menghubungi mekanik kenalannya untuk menjumper aki truk.
Namun, mekanik yang dihubungi Andi tidak bisa datang langsung ke lokasi. Alhasil, ia pun mengupayakan mencari mekanik jumper aki.
“Ini tinggal di jumper akinya, semoga bisa dapat mekanik cepet. Jadi pas arus pulang kerja tidak mengganggu lalu lintas dan aman buat pengguna jalan,” tutur Andi.
Di bantu aparat kepolisian Polsek Piyungan, tak butuh waktu lama tumpahan oli sudah langsung tertutup.
“Ini supaya pengendara aman di jalan,” ujar personil Polsek Piyungan, Pono.
Editor : Bahana.