Kedua lokasi titik kebocoran berada di tempat yang berbeda.
Hal ini berdampak pada terhambatnya distribusi air bersih pada lima pedukuhan dan dua kelurahan di Gunungkidul.
Dalam rangka upaya peningkatan pelayanan di wilayah, PDAM Tirta Handayani Cabang Bribin, melaksanakan pekerjaan perbaikan dan pemasangan bak hidrofur di sumur bor Sawahan, Pracimantoro, Jawa Tengah pada Kamis 8/5).
Hal ini berakibat terganggunya suplai air sementara di dua wilayah.
Adapun lokasi yang terdampak meliputi Pedukuhan Bara dan Kelurahan Melikan.
Petugas PDAM Tirta Handayani Cabang Bribin, Harjito menegaskan pemasangan hidrofur dilakukan sebagai pengganti bak sumber.
"Sebab, bak utama mengalami kebocoran," jelas Harjito, Kamis (8/5).
Humas PDAM Tirta Handayani, Rahmat menegaskan pemasangan hidrofur sebagai pengganti bak sumber bersifat sementara.
Menurutnya bak tampungan yang bocor membuat suplai ke pelanggan terhambat, sehingga air yang dipompa ke pelanggan kurang maksimal.
Demi kelancaran perbaikan, menurut Rahmat sementara waktu pompa sumur bor Sawahan akan di nonaktifkan pada Kamis (8/5) hingga pukul 16.00 WIB.
“Supaya kedepannya pelayanan lebih lancar dan optimal,” ujar Rahmat.
Dijelaskan, kebocoran juga terjadi pada pipa jenis ACP berdiameter 8 inchi yang merupakan bagian dari jaringan distribusi utama PDAM Tirta Handayani.
Lokasi kebocoran berada berada di dua titik, yakni Jalan Kolonel Sugiyono No. 17 (depan Dinas Kesehatan) dan No. 5 (depan KPRI Bangun, Barat Taman Bunga) Wonosari.
Hal ini berdampak pada terganggunya distribusi air bersih di wilayah Pedukuhan Madusari, Trimulyo, Ringinsari, Kranon dan Kelurahan Kepek.
Menurut Rahmat, kedua titik kebocoran berada di area jalan, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan dan harus segera dilakukan perbaikan.
Guna menunjang kelancaran perbaikan, sementara waktu Sumur Hargo 2 akan dinonaktifkan selama perbaikan yang sedang dilakukan hari ini.
"Kami imbau pelanggan untuk menampung air secukupnya sebagai langkah antisipasi,” jelasnya.