Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SMKN 3 Wonosari Terapkan Sistem BLUD Guna Maksimalkan Potensi Belajar Wirausaha Siswa

Yusuf Bastiar • Rabu, 7 Mei 2025 | 20:55 WIB

Kepala Sekolah SMKN 3 Wonosari, Dwi Retno Wahyuningtyas menunjukkan produk air mineral Toyasaga karya siswanya.
Kepala Sekolah SMKN 3 Wonosari, Dwi Retno Wahyuningtyas menunjukkan produk air mineral Toyasaga karya siswanya.
GUNUNGKIDUL- Sekolah SMKN 3 Wonosari ditetapkan statusnya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejak Sejak 2020.

Selama lima tahun, sekolah ini memiliki produk mandiri hasil kreatifitas siswa.

Mulai dari cafe shop, mineral kemasan, hingga kerajinan tangan beraneka plakat akrilik dan produk audio sound sistem.

Karya siswa tersebut selaras dengan program studi keahlian yang tersedia di SMKN 3 Wonosari, yakni Teknik Elektronika dan Tata Boga.

"Menjadi usaha belajar mengolah produk. Mulai dari hulu ke hilir," tutur Dwi Retno Wahyuningsih selaku Kepala Sekolah Rabu(7/5/2025).

Produk yang dihasilkan siswa SMKN 3 Wonosari laku terjual.

Oleh sebab itu, sekolah ini berhasil terverifikasi BLUD sebagai sistem tata kelola keuangan sekolah.

Sebagai langkah strategis menjembatani benturan regulasi keuangan di pemerintahan, sehingga ketika produk terjual, hasil keuntungan dikelola dengan manajemen BLUD.

Dikatakan laba yang dihasilkan akan digunakan untuk menunjang pembelajaran siswa.

"Ya diperuntukan guna peningkatan sarana-prasarana pembelajaran dan kompetensi gurunya," ujar Dwi.

Sebagai sekolah BLUD pertama di Gunung Kidul, SMKN 3 Wonosari mempunyai Esaga Cafe Shop yang dikelola langsung oleh alumni.

Bahkan, produk yang dijual seperti kopi dan aneka makan adalah hasil dari olahan tangan siswa langsung.

Artinya, menurut Dwi sekolahnya selalu berusaha memberikan pembelajaran secara utuh.

Mulai dari manajemen produksi hingga pemasarannya.

“Setiap bagian di sini mulai dari proses dilakukan serinci apapun. Inilah yang menghasilkan pengalaman terbaik untuk siswa,” terangnya.

Selain Esaga Cafe SMKN 3 Wonosari juga menghasilkan produk air mineral kemasan botol “Toyasaga” yang diproses oleh unit usaha Mekatronika Esaga yang sudah berstandar SNI.

Meski belum memiliki sertifikat BPOM, dari hasil uji lab kandungan PH air mineral Toyasaga sudah mencapai 8,5.

“Ini dari jurusan mekatronika yang membuat alat penyaringan atau penyulingan air ternyata hasilnya PH-nya tinggi,” Tutur Dwi.

Kemudian, di tengah stigma Gen Z yang cenderung buruk akibat aktivitas media sosial.

Menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memacu kreatifitas siswa.

“Di sekolah kendalanya itu anak-anak usah karena serba mengikuti tren terkini, tapi justru itu yang kami gunakan untuk membuat anak-anak bergairah belajar,” terangnya.

Editor : Bahana.
#blud #SMKN 3 Wonosari