RADAR JOGJA - Penyebab aksi penyiraman terhadap Sabiyo, Lurah Krambilsawit, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul mulai terungkap. Riyan, pelaku penyiraman mengaku nekat melakukannya karena kesal.
”Itu spontan karena saya jengkel,” tutur Riyan kepada wartawan Senin (28/4/2025).
Warga Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, ini sudah berteman lama dengan Sabiyo. Keduanya bekerja di jasa keuangan swasta. Keduanya juga merangkap sebagai debt collector.
Riyan menceritakan, peristiwa penyiraman itu sebenarnya telah terjadi cukup lama. Persisnya Selasa (8/3/2025).
Saat itu, Riyan bersama sejumlah rekan kerjanya mengecek wilayah Kalurahan Krambilsawit yang notabene menjadi tanggung jawab Sabiyo.
Lantaran setoran Sabiyo dalam beberapa bulan terakhir macet. Dari pengecekan diketahui bahwa mayoritas nasabah Sabiyo telah membayar angsuran. ”Jumlah tepatnya saya tidak hafal, tapi banyak,” ujarnya.
Kendati begitu, Riyan menampik hal itu sebagai pemicu aksi penyiraman. Menurutnya, aksi itu dipicu karena Sabiyo tidak kunjung mengembalikan uang pinjaman kepada neneknya.
Neneknya, Riyan menceritakan, merasa iba kepada Sabiyo. Saat itu, Sabiyo datang ke rumah paman Riyan untuk meminjam uang. Sabiyo berdalih dia sedang dikejar-kejar debt collector.
Namun, paman Riyan enggan memberikan pinjaman. Mendengar hal itu, nenek Riyan merasa iba. Dia lantas memberikan pinjaman kepada Sabiyo.
”Nenek minta kepada Sabiyo agar uang itu dikembalikan sebelum nenek berangkat umrah. Karena uang itu mau dipakai sebagai uang saku. Tapi, sampai pulang umrah tak kunjung dikembalikan,” ungkapnya.
Teringat hal itu, Riyan spontan merasa kesal. Tanpa berpikir panjang dia menyiram Sabiyo dengan air.
Usai kejadian, Riyan sebenarnya telah meminta maaf kepada Sabiyo. Hubungan mereka berdua juga kembali normal.
”Kita berdua juga sudah berkomunikasi seperti biasanya. Tidak ada masalah,” ucapnya.
Namun, situasi berubah saat video penyiraman viral di media sosial Kamis (17/4/2025).
Sabiyo kemudian memutuskan membuat laporan ke Polres Gunungkidul usai video penyiraman viral. ”Karena banyak dukungan,” katanya.
Disinggung terkait bisnis jasa keuangan, Sabiyo mengakui memegang tanggung jawab di wilayah Krambil Sawit.
”Kira-kira jumlahnya Rp 500-an juta. Kalau pinjaman saya sendiri juga ada, sekitar Rp 200-an juta lebih,” ujarnya. (zam)
Editor : Winda Atika Ira Puspita