GUNUNGKIDUL - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul meluncurkan program Wulan Panutan (bulan keteladanan pemutakhiran data kependudukan). Program ini bisa dimanfaatkan oleh ASN, pegawai BUMD, tenaga harian lepas, hingga pamong kalurahan. Guna mengurus pemutakhiran data KK maupun aktivasi identitas kependudukan digital (IKD).
Kepala Disdukcapil Gunungkidul Markus Tri Munarja mengatakan, dalam pelaksanaan program ini, para ASN akan melakukan perekaman elektronik kependudukan secara digital sejak Senin (14/4). Perekaman ini untuk perubahan elemen-elemen di data kependudukan mereka dan keluarganya.
"Harapannya adminduk mereka ter-update sesuai dengan kondisi terbaru," jelasnya.
Menurut Markus, program ini digagas karena masih banyak warga Gunungkidul yang kurang tertib administrasi. Sehingga pada quick wins 100 hari kerja Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih-Joko Parwoto, ingin memastikan data kependudukan yang terbaru dan relevan.
"Maka dari itu, kami canangkan program unggulan agar warga tergerak untuk mengurus database mereka. Dimulai dari ASN," sebutnya.
Meski demikian, saat ini sudah ada permohonan mengurus adminduk dari mesyarakat umum. Masyarakat yang hanya memerlukan legalisir KK untuk kepentingan pekerjaan, juga akan diarahkan untuk perbaikan. “(Biasanya, Red) elemen yang perlu diperbarui utamanya di kolom pendidikan," tambah Markus.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut, program Wulan Pantuan ini dimaksudkan agar data penduduk yang tersaji merupakan data terbaru. Sebab, data kependudukan menjadi dasar perencanaan pembangunan dan pelayanan publik. Sehingga validitas dan akurasi data sangat penting untuk mendukung kebijakan yang tepat sasaran.
"Jika data kependudukan yang tersaji itu real di lapangan dan up to date maka kebijakan dan program pemerintah akan benar-benar tepat," tandas Endah. (*/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita