Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemudik Wajib Tahu! Ini Tiga Jalur Ekstrem yang Tidak Direkomendasikan Dishub dan Polres Gunungkidul: Cek Jalur Alternatif di Sini

Andi May • Jumat, 28 Maret 2025 | 15:00 WIB
GOTONG ROYONG: Pengemudi mendorong sepeda motor akibat tak mampu menanjak di tanjakan Clongop, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul pada 2024 lalu. 
GOTONG ROYONG: Pengemudi mendorong sepeda motor akibat tak mampu menanjak di tanjakan Clongop, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul pada 2024 lalu. 

GUNUNGKIDUL - Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polres Gunungkidul telah melakukan pemetaan jalur mudik menjelang libur Lebaran.

Hal ini untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik dan wisatawan yang menuju daerah ini. 

Hasilnya, ada tiga jalur ekstrem yang tidak direkomendasikan untuk dilintasi pengendara saat mudik maupun berwisata ke Gunungkidul. 

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Bayu Susilo Aji mengatakan, tiga jalur tersebut meliputi Jalur Bundelan di Kapanewon Ngawen, Jalur Petir-Ngoro-Oro di Kapanewon Patuk, Jalur Playen-Cinomati, dan juga Jalur Parangtritis-Paralayang yang menghubungkan Bantul ke Gunungkidul.

"Jalur-jalur tersebut cukup curam dan berbahaya. Kami menyarankan pemudik ataupun wisatawan yang belum familiar dengan medan ini untuk menghindari rute tersebut dan mematuhi rambu lalu lintas yang ada," ujarnya Selasa (25/3/2025). 

Bayu menyebut, pemetaan jalur ini penting, mengingat Gunungkidul dikenal dengan topografinya yang berbukit dan banyak jalur ekstrem yang berpotensi membahayakan pengendara.

Upaya pun dilakukan, yaitu telah menyiapkan jalur-jalur yang lebih aman bagi pemudik dan wisatawan.

Jalur utama yang direkomendasikan adalah jalur Jogja-Wonosari, yang merupakan jalur terpadat dan utama bagi pemudik yang hendak masuk atau keluar dari Gunungkidul.

Selain itu, ada juga jalur alternatif melalui Klaten-Semin-Karangmojo yang dapat digunakan pengendara dari sisi utara. Serta jalur dari sisi timur melalui Pracimantoro-Semanu-Wonosari. 

"Jalan Jogja-Wonosari tetap menjadi jalur utama yang akan dilalui oleh mayoritas pemudik," ungkapnya. 

Lebih lanjut, pengendara juga diminta untuk selalu berhati-hati dan waspada, terutama pada jalan-jalan yang berliku dan menanjak.

Salah satu jalur yang sempat ditutup akibat longsor, yakni jalur Clongop, kini telah dibuka kembali. Meskipun demikian, jalur ini tetap tidak direkomendasikan untuk kendaraan besar. 

"Clongop bisa dilalui oleh kendaraan roda dua atau roda empat kecil, tetapi pengendara tetap harus ekstra hati-hati, terutama dengan potensi longsor yang masih bisa terjadi, mengingat cuaca yang tidak menentu," jelasnya. 

Sebagai langkah antisipasi untuk persiapan libur Lebaran 2025, pihaknya telah melakukan perbaikan penerangan jalan umum di sejumlah titik, ramp check kendaraan angkutan umum, serta perbaikan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) untuk mendukung kelancaran arus mudik.

Tidak hanya itu, Polres Gunungkidul juga telah menyiapkan tim khusus untuk memantau jalur-jalur rawan, terutama di tanjakan-tanjakan curam. 

Kabagops Polres Gunungkidul Kompol Mustaqim mengungkapkan, setiap tahun banyak kendaraan yang mengalami kesulitan saat menanjak, terutama pada jalur-jalur yang tidak familiar.

Untuk itu, tim ganjal ban akan ditempatkan di titik-titik strategis.

Beberapa titik itu seperti tanjakan Slumprit di Kapanewon Patuk, yang merupakan jalur utama masuk ke Gunungkidul, serta beberapa jalur menuju wisata pantai selatan.

“Kami akan menyiapkan tim ganjal ban. Ini sebagai langkah antisipasi agar pemudik yang kesulitan bisa segera dibantu," jelas Kompol Mustaqim.

Selain itu, jalur menuju pantai-pantai selatan seperti Pantai Baron, Ngobaran, Ngrenehan, Nguyahan, dan Purwosari juga memiliki tanjakan curam yang memerlukan kewaspadaan ekstra.

Pihak Kepolisian akan terus memantau dan memastikan jalur-jalur ini aman bagi para pengendara yang hendak berwisata ke pantai. (ndi/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kelancaran perjalanan #jalur alternatif #Gunungkidul #pemudik #jalur ekstrem #libur lebaran #Dishub Gunungkidul #Wisatawan #jalur mudik