Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Lebaran Sepi Pembeli, Pedagang di Pasar Argosari Wonosari Keluhkan Omzet yang Turun hingga 90 Persen

Andi May • Jumat, 28 Maret 2025 | 04:00 WIB

 

LENGANG: Aktivitas jual beli di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul masih sepi meski mendekati Lebaran Kamis (27/3).
LENGANG: Aktivitas jual beli di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul masih sepi meski mendekati Lebaran Kamis (27/3).
 

GUNUNGKIDUL - Menjelang Lebaran, pasar-pasar di Gunungkidul, khususnya di Pasar Argosari Wonosari, terpantau sepi. Kondisi ini bahkan terjadi sejak pagi hingga sore hari. Mengakibatkan omzet pedagang turun hingga 90 persen.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, penurunan omzetnya bisa mencapai 80-90 persen. Pedagang bisa beli barang, tapi tidak bisa menjual," ujar Suyat, pedagang tas dan sepatu Kamis (27/3).

Suyat yang telah berjualan di Pasar Argosari sejak 1990 ini mengaku, omzet yang didapatkan sekarang tidak mencapai Rp 1 juta per hari. Padahal tahun lalu, bisa mencapai Rp 4 juta hingga Rp 5 juta.

 Baca Juga: BPJS Kesehatan Berikan Rasa Aman Bagi Para Pensiunan

Suyat mengaku, biasanya pasar akan ramai mulai H-7 Lebaran. Namun hingga H-3, suasana tersebut tak kunjung dirasakan.

Suyat berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada pedagang kecil. Serta mencari solusi untuk mengembangkan pasar tradisional.

"Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu dan menindaklanjuti bagaimana caranya agar pedagang kecil bisa berkembang," tambahnya.

Sementara pedagang pakaian Parwoto meyebut, jumlah pengunjung pasar semakin berkurang. Akibatnya, banyak pedagang yang gulung tikar. “Terutama yang sudah memiliki utang di bank," ujar Parwoto.

Menurutnya, penurunan omzet semakin terasa, dengan banyak pedagang yang tidak lagi dapat memenuhi kewajiban restribusi harian. Parwoto juga menyebutkan bahwa tren berbelanja masyarakat kini beralih ke platform digital.

"Sekarang banyak orang lebih memilih belanja online, sementara pasar tradisional seperti ini semakin sepi," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengakui, pasar tradsional mengalami penurunan pengunjung beberapa hari terakhir. Bahkan menjelang Lebaran. Kondisi sepi ini tidak hanya terjadi di pasar, tetapi juga memengaruhi toko-toko di luar pasar.

"Biasanya kawasan depan pasar ramai, tapi sekarang sepi. Hal ini tentunya berdampak pada penurunan daya beli masyarakat," ujar Kelik.

Menurut Kelik, penurunan pengunjung ini dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah pemudik yang datang ke Gunungkidul. Penurunan jumlah pemudik hampir 24 persen. Selain itu, penurunan uang yang beredar secara nasional sekitar 10-15 persen juga turut memengaruhi daya beli masyarakat.

"Minat untuk berbelanja memang ada penurunan, seiring dengan berkurangnya orang yang datang dan berkunjung," tambahnya.

Meskipun harga barang di pasar tidak mengalami kenaikan signifikan, lanjutnya, penurunan jumlah pemudik menjadi salah satu faktor utama penyebab sepinya pasar. “Kalau pemudik sedikit, otomatis yang datang ke pasar juga berkurang karena mereka yang berkunjung biasanya membawa saudara atau keluarga,” jelasnya. (ndi/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#bank #platform digital #Gunungkidul #pengunjung #omzet pedagang #pemudik #penurunan #Pasar Argosari Wonosari #Dinas Perdagangan #pasar tradisional #utang #sepi #lebaran