Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembayaran Nontunai di TPR Pantai Selatan Gunungkidul Terkendala Susah Sinyal

Andi May • Senin, 24 Maret 2025 | 08:10 WIB
LAUNCHING: Peresmian sistem E-Ticketing di TPR Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul Rabu (13/11).
LAUNCHING: Peresmian sistem E-Ticketing di TPR Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul Rabu (13/11).

GUNUNGKIDUL – Untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dan mengantisipasi kebocoran selama libur Lebaran 2025, Dinas Pariwisata Gunungkidul meminta pengunjung untuk melakukan pembayaran secara nontunai. Khususnya di tempat pemungutan reteibusi (TPR). Hanya sinyal kadang jadi kendala.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul Supriyanta menjelaskan, penggunaan sistem pembayaran nontunai sangat vital untuk memastikan seluruh transaksi langsung tercatat dengan jelas dan masuk ke rekening pemerintah. 

“Kami sangat menyarankan pengunjung untuk menggunakan metode pembayaran nontunai. Meskipun begitu, opsi pembayaran manual tetap tersedia bagi mereka yang tidak memungkinkan menggunakan sistem digital,” ujar Supriyanta, Minggu (23/3).

Bagi pengunjung yang ingin melakukan pembayaran nontunai, pihaknya telah menyiapkan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang bisa di-scan langsung oleh pengunjung di berbagai lokasi wisata.

Melalui metode tersebut, setiap pembayaran akan diproses secara otomatis dan tercatat dalam sistem keuangan pemerintah. Namun, implementasi sistem pembayaran nontunai menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait dengan kualitas sinyal internet di wilayah-wilayah wisata Gunungkidul.

Wilayah pesisir selatan Gunungkidul, yang merupakan destinasi wisata populer, seringkali mengalami masalah dengan jaringan internet yang lemah. Kepala Dinas Pariwisata Oneng Windu Wardana mengatakan, alah satu kendala utama yang dihadapi adalah kualitas jaringan internet yang kurang memadai di beberapa area.

"Kami telah berkoordinasi dengan dinas kominfo untuk memastikan penguatan sinyal di lokasi-lokasi wisata yang memerlukan dukungan, dan ini tentunya menjadi perhatian kami," ujar Windu.

Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul Ery Agustin menekankan pentingnya memanfaatkan momen libur Lebaran untuk memaksimalkan PAD dari sektor pariwisata.

Ia berharap kebijakan ini dapat memberikan dampak positif, tidak hanya dalam meningkatkan PAD, tetapi juga dalam mengurangi potensi kebocoran pendapatan yang kerap terjadi. "Penting bagi kita semua untuk memanfaatkan libur Lebaran ini dengan maksimal. Jumlah pengunjung yang tinggi harus berbanding lurus dengan peningkatan PAD," ujar Ery. (ndi/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#TP #pendapatan asli daerah #susah sinyal #PAD #Gunungkidul #Wisata #QRIS #anggota komisi #nontunai #DPRD