GUNUNGKIDUL - Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran, Badan Pangan Nasional bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menggelar gerakan pangan murah serentak nasional pada Selasa (18/3).
Bertempat di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, pasar murah menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras dan minyak dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Tentunya gerakan pangan murah ini dalam rangka menghadapi HBKN jelang Idul Fitri serta upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi.
Dia menjelaskan, program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Pangan Nasional dan Bank Indonesia. Dengan adanya subsidi, masyarakat dapat membeli sembako dengan harga lebih murah, yakni selisih sekitar Rp 2.000 di bawah harga pasar.
“Kami berharap melalui acara ini, masyarakat bisa mendapatkan akses pangan yang lebih baik, terutama menjelang hari raya,” tambahnya.
Selain menjual kebutuhan pokok, pasar murah ini juga melibatkan 21 item produk dari asosiasi pasar tani di Gunungkidul. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi petani lokal dalam memasarkan produk mereka.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, CSR Bank Indonesia, Perum Bulog, agen dan distributor pangan, gapoktan, serta asosiasi pasar tani yang telah mendukung gerakan pangan murah.
“Oleh karenanya, guna menyikapi fenomena kenaikan harga pangan, pemerintah daerah harus bertindak cepat dengan mengadakan program ini,” ujar Bupati.
Dia menambahkan, upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang stabil. Tetapi juga sebagai langkah pengendalian inflasi di daerah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, dalam kesempatan ini Pemkab Gunungkidul juga menyerahkan bantuan pemerintah berupa benih jagung hibrida dan 21 unit cultivator (alat mesin pertanian) kepada kelompok tani.
“Kami berharap kelompok tani penerima bantuan dapat memanfaatkan benih dan alat pertanian ini dengan optimal, sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya.
Dengan dukungan teknologi pertanian modern serta pola budi daya yang lebih efektif. Diharapkan pula, petani di Gunungkidul semakin berdaya saing dan mampu meningkatkan hasil panennya. (ndi)
Editor : Sevtia Eka Novarita