Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan keraguan mengenai takaran Minyakita yang dinilai tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan satu liter.
“Kami tidak ingin membohongi masyarakat dengan harga yang lebih murah, tetapi ternyata takarannya sudah dikurangi. Itu dosa,” ujar Endah Subekti saat meninjau kegiatan operasi pasar di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Rabu (12/3).
Endah meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul untuk memastikan bahwa takaran Minyakita yang beredar di pasar sudah sesuai dengan ukuran yang tepat.
Menurutnya, meskipun pihak terkait sudah menjamin bahwa takaran Minyakita sudah sesuai dengan standar, ia masih merasa khawatir jika takaran yang dijual tidak sepenuhnya tepat.
"Kami tidak ingin ada oknum yang memanfaatkan kondisi ini untuk meraup keuntungan pribadi. Semua harus berjalan dengan adil dan tepat sasaran," tegasnya.
"Operasi pasar ini tidak hanya soal harga yang murah, tetapi juga soal bagaimana kita memastikan bahwa distribusi bahan pokok ini sampai ke tangan yang tepat, yaitu mereka yang benar-benar membutuhkan," tutupnya.
Di tempat yang sama, Kepala Disdag Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kemasan refill minyak dengan bungkus plastik sudah sesuai dengan takaran 1 liter.
Namun, ditemukan adanya ketidaksesuaian takaran pada produk Minyakita yang menggunakan kemasan botol, yang hanya memiliki isi 980 ml, atau kurang 20 ml dari yang seharusnya 1 liter.
"Ini yang menjadi perhatian kami. Kami sudah melaporkan temuan ini ke Direktorat Metrologi, dan nantinya mereka akan menindaklanjuti hal ini lebih lanjut," jelas Kelik.
Pihaknya berkomitmen untuk melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi Minyakita, untuk memastikan bahwa takaran yang dijual ke masyarakat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Pengawasan ini dilakukan melalui uji petik tera yang dilakukan secara rutin di pasar-pasar yang ada di Gunungkidul.
Operasi Pasar kali ini menyediakan berbagai bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat, dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Selain Minyakita,gula juga termasuk dalam komoditas yang dijual dengan harga murah.
Harga gula yang biasa dijual di pasar mencapai Rp17.500 per kilogram, namun dalam Operasi Pasar kali ini, harga gula dipatok hanya Rp16.000 per kilogram, atau lebih murah sekitar Rp1.500.
Untuk minyak goreng, harga Minyakita yang dijual dalam operasi pasar kali ini adalah Rp15.500 per liter, yang lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai sekitar Rp17.000 per liter.
Sementara itu, salah seorang pedagang sembako Sugiyanto (53), mengungkapkan kekhawatirannya terkait isu takaran Minyakita yang disebut-sebut tidak sesuai.
Ia mengaku, selama ini ia tidak pernah mengukur takaran minyak yang dijualnya, baik yang dalam kemasan botol maupun kemasan refill.
Meskipun demikian, Sugiyanto menyebutkan bahwa sejauh ini ia belum menerima keluhan dari pembeli di Wonosari terkait takaran Minyakita.
“Di Wonosari belum ada komplain. Tapi memang kita tidak pernah ngukur, tidak pernah menakar satu-satu,” ujar Sugiyanto.
Sugiyanto juga mengungkapkan, meskipun ada isu terkait takaran Minyakita, ia belum merasakan penurunan permintaan terhadap produk tersebut.
“Sementara masih lancar, belum ada pengaruh. Minyakita tetap ada peminatnya,” katanya. (ndi)
Editor : Bahana.