Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cuaca Ektrem dan Puasa, Objek Wisata di Gunungkidul Sepi Pengunjung selama Bulan Ramadan 2025

Andi May • Rabu, 12 Maret 2025 | 02:59 WIB

 

   Objek wisata Pantai Midodaren, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul.
  Objek wisata Pantai Midodaren, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul.
 

 

 

GUNUNGKIDUL - Objek-objek wisata di Gunungkidul mengalami sepi pengunjung selama Bulan Ramadan 2025. Jumlah wisatawan yang biasanya lebih dari 10 ribu kunjungan kini kian menurun setiap harinya.

 

Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul memperkirakan penurunan kunjungan mencapai 70 persen. Penurunan tersebut diakibatkan minat wisata yang menurun saat Ramadan serta cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

 

Subkoordinator Objek dan Daya Tarik Wisata di Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul Agus Sugiyanto mengatakan, fenomena sepi pengunjung di objek wisata selama Ramadan sering terjadi setiap tahunnya.

 Baca Juga: Janji kepada Suporter Mulai Direalisasikan, PSIM Jogja Siapkan Syarat Main di Liga 1

"Setiap tahun kalau Ramadan selalu sepi, masyarakat fokus untuk beribadah," ujar Agus kepada awak media, Selasa (11/3).

 

Pihaknya mencatat awal Ramadan jumlah pengunjung berkisar 2.000 orang per-hari. Padahal, jika hari-hari biasa jumlah kunjungan dapat mencapai 10.000 sampai 15.000 ribu orang per-harinya.

 

Wisata pantai selatan masih menjadi objek dengan jumlah pengunjung terbanyak. Sedangkan, objek wisata gua maupun cave tubing mengalami sepi pengunjung dalam beberapa hari terakhir.

 

"Kunjungan masih didominasi oleh wisata Pantai Selatan, itupun jumlahnya turun signifikan," jelasnya.

 Baca Juga: KAIPay: Dompet Digital Praktis untuk Transaksi Tiket Kereta Api, Solusi Mudik Lebaran yang Nyaman

Sementara itu,Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul Supriyanta mengatakan, penurunan selalu menjadi tren selama Ramadan. Pihaknya memprediksikan peningkatan akan terjadi pascahari raya Idul Fitri 2025 mendatang.

 

"Biasanya, beberapa hari sebelum Lebaran, pengunjung mulai ramai, karena pemudik mulai memasuki Gunungkidul," ujar Supriyanta.

 

Pihaknya terus berupaya memulihkan pariwisata dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk media dan komunitas pariwisata. Selain itu, promosi melalui media sosial terus digencarkan.

 

"Kami terus menginformasikan bahwa destinasi wisata di Gunungkidul aman untuk dikunjungi, dengan catatan wisatawan tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama di kawasan pantai dan perbukitan," pungkasnya. (ndi)

Editor : Heru Pratomo
#Objek Wisata #Gunungkidul #pengunjung #Cuaca Ekstrem #sepi #pantai