GUNUNGKIDUL - Safari Tarawih Ramadan menjadi ajang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi mereka. Salah satu keluhan utama yang mencuat dalam kegiatan yang digelar di Masjid Nurhasanah, Jlumbang, Giripurwo, Purwosari adalah soal krisis air bersih.
Lurah Giripurwo Supriyadi mengungkapkan, keterbatasan akses air bersih menjadi tantangan besar bagi warganya. Dia berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami kesulitan, terutama saat musim kemarau.
Terelebih kondisi ini berdampak pada sektor pertanian dan juga wisata. “Kami sangat membutuhkan solusi yang berkelanjutan untuk air bersih,” sebutnya.
Selain itu, warga juga menghadapi gangguan dari kawanan kera ekor panjang yang kerap masuk ke permukiman dan merusak lahan pertanian. Menurut Supriyadi, para petani harus berjaga sepanjang waktu untuk melindungi tanaman mereka dari serangan hewan liar tersebut.
Menanggapi keluhan warga, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menegaskan, Safari Tarawih ini bukan sekadar ajang ibadah. Tetapi juga sarana mendengarkan langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dia berjanji akan mencarikan solusi terbaik bagi persoalan yang ada.
“Kami berkomitmen untuk terus berupaya mengatasi kendala yang dihadapi masyarakat. Kami akan mengkaji langkah-langkah yang bisa diambil,” kata Joko. (ndi/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita