GUNUNGKIDUL - Sebanyak 104 personel Satlinmas Rescue Istimewa di Gunungkidul disiagakan dalam menyambut libur Ramadan 2025. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron Marjono mengatakan, peningkatan pengunjung wisata pantai biasanya terjadi pada H-1 Ramadan.
"Biasanya sehari sebelum memasuki Ramadan, ada tradisi Padusan di pantai selatan, berpotensi adanya lonjakan pengunjung, kami siagakan 69 personel ynruk Wilayah 2," ujar Marjono saat dikonfirmasi, Kamis (27/2).
Puluhan personel tersebut, lanjut Marjono, akan tersebar dari kawasan Pantai Poktunggal sampai Bukit Paralayang Giricahyo. Mereka akan mengimbau pengunjung untuk mewaspadai gelombang dan ombak saat bermain air di pantai.
Selain imbauan dari personel, pihaknya juga telah memasang plang dan rambu-rambu keselamatan yang ditujukan kepada wisatawan. Khususnya pada area-area rip current. "Jadi kami harapkan, warga yang menggelar tradisi Padusan ataupun wisatawan dapat memahami area-area berbahaya," jelasnya.
Marjono melaporkan kondisi gelombang laut di pantai selatan dalam situasi landai dengan ketinggian 5,5 feet. Pihaknya memastikan tradisi maupun kegiatan pengunjung dapat aman terkendali selama memperhatikan himbauan petugas dan plang peringatan.
Di lokasi lain, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pantai Sadeng Sunu Handoko mengatakan, pihaknya menyiagakan 35 personel di setiap titik pantai. "Untuk ketinggian gelombang lebih landai, dalam memastikan kegiatan masyarakat," ujar Sunu.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Windu Oneng Wardhana mengatakan mengimbau seluruh pemangku kepentingan pariwisata, termasuk stakeholder dan pentahelix, untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi di Gunungkidul.
Pemilik usaha jasa pariwisata juga diminta untuk memastikan kebersihan, kesehatan, keindahan, dan keamanan wisatawan selama berada di destinasi wisata. Selain itu, mereka juga diharuskan memasang daftar harga layanan secara jelas. “Termasuk bagi warung makan, kios suvenir, pusat oleh-oleh, hotel, losmen, penginapan, serta penyedia jasa wisata seperti snorkeling, kano, flying fox, outbound, river tubing, dan lainnya," ujar Windu.
Pengelola parkir yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Gunungkidul diminta untuk menggunakan karcis parkir sesuai ketentuan, sementara pengelola parkir pribadi diharapkan menetapkan tarif yang wajar. Untuk meningkatkan keamanan dan mempercepat pelayanan, wisatawan juga didorong melakukan transaksi secara nontunai.
Pihaknya juga mengingatkan wisatawan agar selalu memperhatikan dan mengikuti instruksi petugas keselamatan, khususnya dalam kegiatan mandi dan berenang di laut, embung, telaga, sungai, maupun kolam renang. "Bagi pihak yang ingin menyelenggarakan event atau atraksi wisata di destinasi wisata, diwajibkan untuk mengantongi izin keramaian terlebih dahulu," ujarnya. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo