GUNUNGKIDUL - Sebanyak 1.851 pengendara terjaring Operasi Keselamatan Progo 2025 yang dilaksanakan jajaran Satlantas Polres Gunungkidul. Operasi menyasar delapan pelanggaran prioritas yakni berkendara di bawah umur, pemotor berbonceng lebih dari satu, tidak menggunakan helm keselamatan & safety belt, melawan arus, mengonsumsi alkohol saat berkendara, menggunakan telepon genggam saat berkendara, knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, dan muatan kendaraan melebihi batas atau ODOL.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul Iptu Angga Perdana mengatakan, pihaknya memberikan 1.162 teguran dan mengeluarkan 689 surat tilang selama operasi yang digelar sejak 10 sampai 23 Februari 2025. Dengan rincian, 657 kendaraan roda dua dan 32 roda empat.
"Tindakan tilang kami berikan kepada pelanggaran kasat mata, seperti tidak memakai helm, penggunaan knalpot brong, serta kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi standar," ujar Angga kepada wartawan kemarin (25/2).
Operasi dilaksanakan di 18 titik di seluruh Gunungkidul dengan fokus utama pada lima wilayah yang memiliki unit lalu lintas yakni Wonosari, Patuk, Playen, dan Jalan Baron. Pelanggar didominasi pengendara roda dua.
Angga menjelaskan, teguran diberikan kepada pengendara yang kurang patuh terhadap ketertiban berlalu lintas seperti menggunakan spion hanya satu, melawan arus, atau lupa menyalakan lampu kendaraan. "Karena pada dasarnya kecelakaan lalu lintas bermula dari kelalaian pengendara," tegasnya.
Pihaknya juga mencatat sebanyak 26 kejadian kecelakaan lalu lintas selama Operasi Keselamatan Progo. Mayoritas adalah kecelakaan tunggal yang disebabkan oleh kelalaian pengendara. Termasuk tidak melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan seperti helm dan spion standar.
"Selama Februari saja sudah ada lima korban meninggal dunia akibat kecelakaan. Kami berharap pengendara mematuhi aturan, melengkapi surat-surat kendaraan, memakai helm, dan memastikan kendaraan dalam kondisi standar. Keselamatan adalah prioritas utama," jelasnya.
Dalam operasi itu menargetkan berkurangnya jumlah laka lantas beserta korban fatalitas, berkurangnya angka pelanggaran lalu lintas, meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, dan terwujudnya kamseltibcar lantas yang aman, nyaman dan selamat.
Angga mengatakan, setelah operasi keselamatan progo, pihaknya tengah mempersiapkan operasi ketupat yang akan dilaksanakan pada bulan Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri nanti. (ndi/laz)
Editor : Heru Pratomo