Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sampah di Sungai Bawah Tanah Ganggu Pompa Bribin, Ribuan Warga Gunungkidul Krisis Air

Andi May • Kamis, 27 Februari 2025 | 05:45 WIB
DAMPAK HUJAN DERAS: Petugas tengah membersihkan sampah YANG menyumbat pompa 75 KW Intake di sungai bawah tanah Bribin, Semanu, Gunungkidul.
DAMPAK HUJAN DERAS: Petugas tengah membersihkan sampah YANG menyumbat pompa 75 KW Intake di sungai bawah tanah Bribin, Semanu, Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL - Pompa air Bribin terganggu. Itu akibat banyaknya sampah yang terbawa arus ke dalam sungai bawah tanah di Gua Bribin.

Dampaknya, suplai air bersih ke ribuan pelanggan PDAM Tirta Handayani terganggu.

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta menjelaskan, tingginya curah hujan beberapa hari terakhir menyebabkan debit air di sungai bawah tanah Bribin meningkat drastis.

Luapan air ini membawa sampah ke area intake pompa Bribin.

Menurutnya, PDAM sebelumnya sudah memasang strainer pompa atau perangkat penyaring.

Alat itu berfungsi untuk menyaring partikel padat sebelum air masuk ke sistem perpipaan. Namun, alat tersebut tidak berfungsi maksimal.

”Tekanan air sangat tinggi dan volume luapan mencapai batas maksimal. Sehingga, sebagian sampah tetap masuk ke area pompa," ujar Toto melalui sambungan telepon, Rabu (26/2/2025). 

 Baca Juga: Hari Bhakti ke-42, Pelayanan RSUD Wates Harus Ditingkatkan Lagi: Begini Keluh Kesah Pasien..

Masuknya sampah itu, kata Toto, berdampak pada operasional. Distribusi air bersih ke beberapa wilayah di Bumi Handayani terganggu.

Di antaranya, Kalurahan Giripanggung, Tepus, Jepitu, Balong, Botodayaan, Petir, dan Pucanganom. Juga, Kalurahan Karangawen, Bohol, Nglindur, dan Karanggede.

Karena itu, PDAM mengerahkan beberapa petugas lokasi. Untuk membersihkan sampah yang menyumbat pompa 75 KW Intake Bribin.

Namun, upaya perbaikan memerlukan upaya ekstra. Lantaran letak pompa berada di dalam sungai bawah tanah. Petugas harus masuk ke dalam gua.

”kami berusaha menyelesaikannya secepat mungkin agar suplai air bisa kembali normal," tegasnya.

Untuk mengantisipasi persoalan serupa, Toto mengungkapkan, PDAM berencana menambah alat penyaring.

 Baca Juga: Kabupaten Bantul Mulai Panen Raya, Stok Beras saat Ramadan Dipastikan Aman

Di tempat terpisah, Sumar, seorang pelanggan PDAM terpaksa harus mengandalkan air tampungan selama pasokan PDAM terganggu.

”Kami terpaksa mencari air ke wilayah lain,” ucap warga Balong, Girisubo, ini.

Karena itu pula, Sumar berharap perbaikan segera rampung agar masyarakat tidak perlu lagi mengalami krisis air bersih. (ndi/zam

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pompa air #PDAM Tirta Handayani #terganggu #sampah terbawa arus #suplai air bersih