GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul tengah memasuki puncak musim panen padi di awal tahun ini. Menyambut Ramadan, gabah diprediksi bakal melimpah seiring panen raya di sejumlah wilayah.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yowono mengungkapkan, panen di musim tanam pertama (MT1) tahun ini terbilang sukses, dengan hasil yang melimpah.
Saat ini, panen sudah berlangsung di beberapa wilayah seperti Karangmojo, Nglipar, Paliyan, dan Wonosari. Total luas lahan panen padi mencapai 45 ribu hektare. “Dengan proyeksi hasil panen sekitar 235 ribu hingga 240 ribu ton gabah kering giling,” jelas Raharjo saat dihubungi, Kamis (20/2).
Baca Juga: Gak Cuma di Indonesia, Kuntilanak Juga Punya Versi Mancanegara yang Bikin Merinding!
Di Kalurahan Ngawis sendiri, panen padi menghasilkan 18 ton gabah dari lahan sawah seluas 36 hektare. Raharjo menyebutkan, keberhasilan panen tahun ini didukung oleh kondisi cuaca yang bersahabat, terutama dengan adanya membawa curah hujan cukup tanpa berlebihan.
Selain padi, hasil panen jagung di Gunungkidul juga terbilang memuaskan. Sebanyak 46 ribu ton jagung telah dipanen dari berbagai wilayah. Pihaknya juga terus mendorong para petani untuk memanfaatkan alat mesin pertanian modern, seperti combine harvester dan power thresher, guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi kehilangan hasil di lapangan.
“Kami mengimbau petani untuk menggunakan terpal saat memanen secara manual agar gabah tidak tercecer. Selain itu, alat modern yang telah dibantukan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tambah Raharjo.
Setelah panen MT1 ini, petani dianjurkan segera mempersiapkan tanam musim kedua (MT2). Pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan benih padi untuk 2.411 hektare lahan dari total 8.000 hektare yang akan ditanami di musim berikutnya.
“Maret nanti puncak panen, dan kami pastikan stok beras di Gunungkidul melimpah. Ini tentu kabar baik bagi petani dan masyarakat secara umum,” pungkasnya. (ndi)
Editor : Sevtia Eka Novarita