GUNUNGKIDUL - Hujan yang disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah DIY mengakibatkan sejumlah rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang di Gunungkidul.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat, sebanyak 17 titik terdampak terjadi di Kapanewon Wonosari, Playen dan Karangmojo.
Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, rata-rata kerusakan dalam kategori rusak ringan.
Pohon tumbang menimpa atap rumah ataupun menutup akses jalan warga.
"Mayoritas (rumah) rusak ringan, hujan deras dan angin kencang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tim kami selalu siaga dan mendata kerusakan," ujar Purwono kepada awak media.
Tidak hanya menimpa rumah dan badan jala, pohon tumbang juga menimpa masjid di Kalurahan Piyaman, Wonosari.
Warga setempat terpantau melakukan kerja bakti untuk mengevakuasi pohon-pohon tersebut.
Purwono memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam beberapa kejadian bencana tersebut.
Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 9,7 juta.
Pihaknya juga telah mengirim tim untuk membantu warga dalam perbaikan sementara.
"Kami juga telah menyalurkan paket logistik di seluruh titik terdampak, personel dan sembako telah kami kirimkan ke lokasi," terangnya.
Pihaknya mengakui, hujan yang disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Gunungkidul.
Puncak musim penghujan berdasarkan prediksi BMKG akan terjadi selama Februari 2025.
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan manakala turun hujan yang disertai angin kencang.
Hujan yang cukup lama juga, dinilai dapat memicu bencana lainnya seperti banjir dan tanah longsor.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, jauhi wilayah-wilayah rawan longsor, dan selalu menebang pohon yang dinilai rawan tumbang," imbaunya. (ndi/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita