Program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu dilaksanakan di dua sekolah yakni SD Negeri 1 Wonosari dan SMP Negeri 1 Wonosari.
Ribuan paket makanan itu didistribusikan ke sekolah menggunakan dua mobil operasional pada pukul 08.00 WIB.
Antusias para siswa mulai terlihat ketika menunggu makanan dibagikan dan menyantapnya dengan di bangku kelas.
Tiap paket makanan berisi nasi, bola-bola ayam lima butir, susu, buah pepaya dan capcay sayur. Mereka lahap menyantap sajian yang dihidangkan bahkan menghabiskannya.
Komandan Kodim 0730 Gunungkidul Letkol Infantri Roni Hermawan mengatakan, pada pelaksanaan hari pertama menyasar dua sekolah dengan jumlah penerima yakni 1.151 siswa.
"Program MBG berjalan dengan lancar, ada beberapa yang perlu kami evaluasi salah satunya alat makan yang tidak dibawa oleh para siswa," ujar Roni kepada awak media.
Namun begitu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah maupun pengelola dapur sehat untuk menyiapkan alat makan cadangan bagi siswa yang lupa membawanya.
Di Wonosari, kata Roni, program MBG akan melayani lebih dari 3.000 orang.
Di mana meliputi 505 siswa SD, 646 siswa SMP, 1.568 siswa SMA dan 281 orang untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Setiap menu makanan yang akan diberikan telah melalui mekanisme dan pemeriksaan gizi oleh ahlinya.
Roni menambahkan, dua dapur utama telah disiapkan untuk mendukung kelancaran program ini, yakni di kompleks kantor Perpadi Wonosari dan di Kecamatan Tepus.
“Dapur di BGN Perpadi akan melayani siswa SMP Negeri di wilayah Wonosari dengan total 1.151 paket makan siang. Sementara itu, Dapur Mandiri Kapanewon Tepus akan mengampu 3.000 paket yang tersebar di 30 titik, melayani berbagai jenjang pendidikan mulai dari kelompok usia dini hingga SMA di dua kalurahan,” tambahnya.
Ke depan, program ini akan menjangkau sekitar 120 ribu penerima di seluruh Gunungkidul dengsn mengutamakan kualitas dan kuantitas makanan.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyampaikan harapannya agar program ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan visi-misi pemerintah daerah.
“Kami berharap program ini berjalan lancar. Jika sarana dan prasarananya baik, maka pelayanannya pun akan baik. Ini adalah tugas negara untuk masyarakat, dan kami akan berupaya memastikan program ini berjalan tanpa kendala,” ujar Sjaryanta.
Program Makan Siang Gratis ini diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak di Gunungkidul, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta pengentasan stunting di daerah tersebut.
Editor : Bahana.