GUNUNGKIDUL – Dampak dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran, dua proyek besar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul terhambat.
Di antaranya adalah penataan lanjutan Alun-Alun Wonosari dan pembangunan Tugu Adipura dengan total anggaran mencapai Rp 1,7 miliar. Saat ini, kedua proyek tersebut masih menunggu kepastian lebih lanjut.
Kepala DLH Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, penataan Alun-Alun Wonosari yang direncanakan dimulai bulan ini terpaksa tertunda.
Hal ini disebabkan, anggaran sebesar Rp 1,1 miliar untuk perbaikan jaringan air dan listrik yang tertahan akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
“Harusnya proyek ini dimulai bulan ini, tetapi anggarannya tertahan,” ujar Hary kepada awak media, Minggu (16/2/2025).
Hary menjelaskan, penundaan tersebut terkait dengan kebijakan efisiensi yang mengharuskan peninjauan ulang terhadap seluruh belanja modal.
Semua proyek infrastruktur yang sudah direncanakan harus ditunda sampai ada kepastian lebih lanjut.
Pada 2024 lalu, penataan kawasan Alun-Alun Wonosari sudah mencakup pelebaran pedestrian untuk menambah kenyamanan pejalan kaki, perbaikan elevasi tanah, drainase, dan penambahan elemen dekoratif.
Pekerjaan lanjutan untuk tahun 2025 yang meliputi perbaikan jaringan air dan listrik pun harus ditunda menunggu arahan dari bupati terpilih.
"Ini (jaringan air dan listrik) untuk pengerjaan tahun 2025, tapi belum dapat dilaksanakan, mungkin menunggu arahan dari bupati terpilih," jelasnya.
Selain Alun-Alun Wonosari, proyek pembangunan Tugu Adipura dengan anggaran sekitar Rp 600 juta juga mengalami penundaan.
Hary menyebut, saat ini pihaknya juga masih menunggu keputusan lebih lanjut mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan,” ujarnya.
Meskipun ada penundaan sejumlah proyek infrastruktur, Hary menegaskan, operasional kebersihan di Gunungkidul tetap berjalan tanpa hambatan.
Sekitar 150 tenaga harian lepas (THL) yang bertugas dalam sektor kebersihan masih aktif menjalankan tugas mereka
"Kami tidak melakukan efisiensi atau rasionalisasi pada kegiatan kebersihan, semua berjalan seperti biasa,” tambahnya. (ndi/wia)