GUNUNGKIDUL - Uji coba program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) di Puskesmas Ponjong 1, Gunungkidul dimulai Senin (10/2/2025). Namun hanya ada tujuh orang yang mendaftarkan diri dalam program ini.
Kepala Puskesmas Ponjong 1 Kuncoro mengatakan, sepinya kunjungan karena masyarakat belum paham mekanisme pendaftaran lewat aplikasi. "Kita hanya mendapatkan tujuh pasien hari ini, yang satu bahkan tidak hadir," ungkapnya.
Menurutnya, kendala utama yang dihadapi adalah ketidaksiapan aplikasi yang digunakan untuk pencatatan dan skrining. Aplikasi Asik dari Kementerian Kesehatan juga masih belum stabil. Sehingga harus melakukan pencatatan secara manual. Meskipun layanan kepada pasien berjalan lancar, proses pencatatan menjadi kurang efisien.
Rata-rata usia pasien adalah di atas 40 tahun, dengan satu pasien baru lahir. Meskipun tidak ada pasien yang dirawat inap, Kuncoro mengaku, evaluasi terhadap kecepatan pelayanan perlu dilakukan. Terutama di poli gigi yang mengalami lonjakan pasien. "Mayoritas pasien yang mengkuti PKG tadi memeriksa kesehatan gigi," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan animo masyarakat terkait program PKG. Sebab, pelaksanaan serentak di seluruh puskesmas di Gunungkidul akan dilaksanakan pada, Senin (17/2/2025) mendatang. Sedangkan kemari, uji coba baru dilakukan pada Puskesmas Ponjong 1 dan Puskesmas Paliyan.
"Untuk dua puskesmas awal itu masih coba, untuk melihat kendala dan kekurangan yang ada agar segera dapat dievaluasi," ujar Ismono. (ndi/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita