Sidak ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan dewan untuk memastikan bahwa fasilitas publik memenuhi standar keselamatan dan kualitas yang diperlukan.
Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Agus Joko Kriswanto memimpin sidak tersebut dan langsung menemukan berbagai kerusakan di dalam gedung berlantai tiga yang baru diresmikan pada tahun 2022 dengan anggaran mencapai Rp 10 miliar.
Meskipun baru beroperasi selama kurang dari tiga tahun, Agus menyatakan bahwa kondisi gedung ini sangat memprihatinkan dan dinilai mengancam keselamatan pengunjung.
“Proyek pembangunan gedung ini jelas merupakan pekerjaan yang tidak serius. Kami menemukan banyak kerusakan, termasuk atap yang jebol, ornamen batu alam yang copot, serta dinding yang retak. Semua ini berpotensi membahayakan orang-orang yang berkunjung,” ungkap Agus kepada awak media, Rabu (5/2).
Agus juga menyoroti konstruksi gedung tersebut tidak memenuhi standar yang diharapkan.
Beberapa titik yang diperiksa menunjukkan kualitas yang sangat rendah, yang seharusnya tidak terjadi pada proyek dengan anggaran sebesar itu.
“Kami akan menjadikan temuan ini sebagai teguran keras bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab, terutama DPUPRKP, agar segera melakukan perbaikan,” tambahnya
"Kami melihat bahwa mayoritas pekerjaan di lokasi yang kami cek dilakukan oleh kontraktor dari luar daerah. Lelang dengan penawaran terendah tidak selalu menjamin kualitas pengerjaan. Ini harus menjadi perhatian serius untuk ke depanny," lannutnya.
Menanggapi hasil sidak tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto, mengakui, gedung Perpusda memang memerlukan perbaikan di beberapa titik.
"Salah satu area yang sangat membutuhkan perhatian adalah ternit pada lantai atas yang berpotensi roboh. Kami sudah menganggarkan dana untuk perbaikan, tetapi jumlahnya masih belum mencukupi," ujar Rakhmadian.
Rakhmadian menambahkan bahwa pihaknya berharap anggaran untuk perbaikan dapat tercakup dalam perubahan APBD 2025 dan anggaran swakelola DPUPRKP.
“Kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Editor : Bahana.