GUNUNGKIDUL - Bupati Gunungkidul Sunaryanta menggandeng tim Densus 88. Hal ini dilakukan untuk memperkuat pencegahan radikalisasi di Bumi Handayani. Upaya pencegahan akan fokus pada sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai radikalisme, terorisme, dan ideologi intoleran yang kian marak di masyarakat.
"Langkah strategis untuk membahas bagaimana kami dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya terorisme dan radikalisme. Perlu memastikan bahwa masyarakat tidak terpapar paham-paham yang berpotensi merusak," ujar Sunaryanta kepada awak media, Minggu (2/2/2025).
Baca Juga: Berkah Punya PCX, 500 Bikers Honda Ditemui Pebalap MotoGP
Sunaryanta menegaskan pentingnya kerjasama dengan Densus 88, yang memiliki keahlian dan pemahaman mendalam mengenai kondisi pergerakan masyarakat terkait isu-isu ini. Melalui edukasi, diharapkan Gunungkidul dapat menjadi daerah yang lebih aman dan damai.
"Sehingga masyarakat dapat hidup dengan tenang tanpa ancaman dari paham-paham radikal," tegasnya.
Baca Juga: Dream Team Astra Honda Siap Lanjutkan Dominasi di Asia, Bibit Unggul Dibina ke Eropa
Perwakilan Densus 88 Kompol Bimo menjelaskan, timnya baru saja menyelesaikan program sosialisasi yang berlangsung selama enam hari kepada tenaga pendidik di seluruh Kapanewon di Gunungkidul.
Program ini dirancang untuk memberikan wawasan kepada guru agar mereka dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran ideologi intoleran di kalangan siswa.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan 'imunitas' kepada guru, sehingga mereka mampu mengenali dan menangkal paham-paham intoleran sebelum menyebar ke siswa. Edukasi ini sangat penting mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa," ujar Bimo.
Lebih lanjut, Kompol Bimo mengingatkan, penyebaran paham intoleran sangat masif, baik melalui media sosial maupun interaksi langsung. Ia menekankan kepada masyarakat, khususnya di Gunungkidul, untuk selalu waspada terhadap doktrinasi yang mungkin terjadi.
"Masyarakat perlu kritis terhadap informasi yang beredar, terutama yang berasal dari sumber tidak valid. Penting juga untuk menjaga lingkungan sekitar dan saling peduli, agar tidak ada orang asing yang masuk dengan paham-paham yang dapat mengganggu keharmonisan sosial," tambahnya.
Rencananya, materi edukasi yang telah disampaikan kepada tenaga pendidik akan diadaptasi untuk sosialisasi di lingkup organisasi perangkat daerah (OPD). Hal ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran kolektif di antara para pejabat dan pegawai pemerintah agar dapat bersama-sama menangkal radikalisasi. (ndi)
Editor : Sevtia Eka Novarita