GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memerlukan setidaknya Rp 19,7 miliar untuk merealisasikan program makan bergizi gratis (MBG). Namun sampai saat ini, pemkab hanya mengalokasikan Rp 12,2 miliar dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2025. Sehingga masih kurang sekitar Rp 7,5 miliar.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Putro Sapto Wahyono menjelaskan, kekurangan anggaran akan diupayakan lewat APBD Perubahan. "Sesuai saran dari provinsi," tegasnya Jumat (31/1/2025).
“Ini menjadi kendala besar karena tanpa petunjuk, kami tidak bisa melanjutkan ke tahap distribusi anggaran,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0730 Letkol Inf Roni Hermawan menjelaskan, dapur sehat untuk program MBG telah siap. Namun, masih ada kekurangan berupa satu unit kendaraan pendistribusian.
Baca Juga: PSIM Jogja Lumat Persiraja Banda Aceh 2-0, Kunci Puncak Klaseman Grup X
“Diperlukan dua unit kendaraan untuk mendukung distribusi makanan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.
Terkait pemeriksaan gizi makanan, pihaknya melibatkan berbagai pihak. Namun rincian lebih lanjut masih dalam tahap penyusunan. Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis mengenai pelaksanaan program MBG di Gunungkkidul
"Yayasan yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional pusat masih melengkapi administrasi yang diperlukan," ucapnya.
Baca Juga: Dinkes Bantul Uji Coba Program Pusat Terkait Pemeriksaan Kesehatan Gratis Saat Ultah
Di Wonosari, lanjut Roni, program ini direncanakan untuk melayani sekitar 3.000 orang. Terdiri dari siswa di berbagai jenjang pendidikan. Meliputi 505 siswa SD 1 Wonosari, 646 siswa SMP N 1 Wonosari, 754 siswa SMKN 1 Wonosari, dan 814 siswa SMKN 3 Wonosari. Selain itu, program ini juga mencakup 281 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. (ndi/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita