GUNUNGKIDUL - Buntut kecelakaan laut di Pantai Drini, Polres Gunungkidul melakukan penyelidikan terhadap peristiwa yang mengakibatkan empat pelajar SMPN 7 Mojokerto tewas. Insiden itu terjadi saat kegiatan outing class yang diadakan pihak sekolah, Selasa (28/1).
Kegiatan yang berakhir dengan musibah itu diikuti 261 siswa dan 16 guru pendamping. Dalam peristiwa ini, 13 pelajar dilaporkan terseret ombak Pantai Drini saat bermain di area rip current, empat tewas dan sembilan lainnya berhasil diselamatkan.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Ahmad Mirza menegasan, pihaknya bakal melakukan penyelidikan atas peristiwa laka laut ini. Polres tengah berkoordinasi dengan Direktorat Polairud Polda DIJ untuk mengumpulkan bahan keterangan, baik dari pihak sekolah maupun travel agen.
"Kemarin masih fokus pencarian satu korban hilang. Peristiwa ini sedang tahap penyelidikan. Pengumpulan bahan keterangan kemarin dilakukan oleh Direktorat Polairud Polda DIJ," ujar Mirza kepada wartawan Kamis (30/1).
Namun begitu, kata Mirza, pihak keluarga korban hingga kini masih dalam suasana berduka. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap kepala sekolah dan travel agen yang membawa ratusan pelajar itu ke Pantai Drini.
"Kami rencananya memanggil kepala sekolah. Untuk 16 guru pendamping, saat ini kami belum melakukan pemeriksaan," jelasnya.
Polisi komitmen akan terbuka terhadap keluarga korban yang merasa keberatan atau melaporkan kasus ini ke jalur hukum. Pihaknya juga akan mengumpulkan berkas-berkas mengenai kegiatan outing class yang diadakan pihak sekolah.
Kapolres Gunungkidul AKBP Ary Murtini mengakui pascainsiden itu pihaknya tengah berkoordinasi dengan dinas pariwisata, Satpol PP dan Basarnas untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang. "Peningkatan pelibatan personel dalam pengaman pantai serta imbauan, baik melalui media sosial maupun penerangan kepada masyarakat," ujar Ary.