Gunungkidul Dapat 31 Ribu Dosis Vaksin PMK dari Kementan RI, Diberikan Secara Bertahap
Andi May• Senin, 20 Januari 2025 | 05:10 WIB
Petugas kesehatan hewan melakukan vaksinasi PMK kepada hewan-hewan ternak di Gunungkidul, Selasa (7/1).
GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul (Pemkab) menerima bantuan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak 31 ribu dosis dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, menjelaskan, vaksin akan didistribusikan secara bertahap. Untuk bulan Januari, pihaknya telah menerima 3.000 dosis yang akan langsung disalurkan kepada peternak di wilayah Gunungkidul.
"Pendistribusiannya bertahap, dan vaksin sudah didistribusikan ke semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan di Gunungkidul," ujar Wibawanti saat dikonfirmasi, Minggu (19/1).
Wibawanti juga menambahkan, dalam proses vaksinasi akan melibatkan dokter hewan praktik yang sudah memiliki pelanggan tetap. Hal ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah pelayanan vaksinasi PMK kepada peternak.
"Praktisi dokter hewan di luar DPKH juga dilibatkan agar proses vaksinasi lebih efektif," imbuhnya.
Bantuan dari Kementan ini diharapkan dapat membantu mengendalikan penyebaran PMK yang telah menginfeksi lebih dari 1.400 ternak di Gunungkidul, dengan sekitar 90 ekor dilaporkan mati akibat penyakit ini. Wibawanti menekankan pentingnya vaksinasi dan pencegahan agar populasi ternak tetap sehat dan produktif.
Upaya pengendalian PMK yang sangat menular dilakukan lantaran berpotensi merugikan ekonomi peternakan daerah. Selain itu juga melakukan sosialisasi kepada peternak mengenai pentingnya vaksinasi dan perawatan ternak yang baik. Wibawanti menyebutkan, selama ini banyak peternak yang masih ragu untuk melakukan vaksinasi.
"Kami harap peternak mau berpartisipasi dan memperbolehkan hewannya divaksin. Kesadaran ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit," ujarnya.
Dengan vaksinasi yang tepat, diharapkan ternak yang terinfeksi PMK bisa pulih dan tidak menyebarkan virus ke ternak lainnya.
Wibawanti menjelaskan bahwa virus PMK dapat menyebar dalam radius yang cukup jauh, bahkan sampai 60 kilometer, sehingga penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kandang.
Sebagai upaya pencegahan, pihaknya juga menyarankan peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan menerapkan praktik biosekuriti yang baik. Menurutnya, kebersihan kandang sangat berpengaruh terhadap kesehatan ternak. Untuk itu, pihaknya mengimbau peternak untuk rutin melakukan disinfektan. (ndi).