GUNUNGKIDUL – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul mencatat sepanjang 2024, hasil tangkapan ikan nelayan mencapai 4.058 ton. Dengan perkiraan perputaran uang dalam aktivitas perikanan mencapai Rp 81,5 miliar.
Selain itu, rerata harga jual ikan tetus mengalami peningkatan mulai dari Rp 19.610 per-kilogram peda 2023 menjadi Rp 20.087 pada 2024 kemarin. Peningkatan harga tentu menjadi angin segar bagi para nelayan di Gunungkidul.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul Wahid Supriyadi mengatakan, volume tangkapan ikan pada 2024 mencapai 4.058.881 kilogram atau 4.058 ton. Sedangkan, 2023 mencapai 4.166 ton atau 4.166.198 kilogram.
Jenis ikan yang ditangkap beragam, termasuk tongkol, tuna, cakalang, layur, dan lobster. “Data ini masih sementara, karena proses pendataan masih berlangsung dan kemungkinan hasilnya akan bertambah," ujar Wahid saat dikonfirmasi, Minggu (19/1).
Dari hasil tangkapan tersebut, nilai transaksi mencapai Rp 81.530.861.625, sementara biaya operasional yang dikeluarkan nelayan selama melaut diperkirakan sebesar Rp 2.391.066.667. Dengan total jumlah nelayan yang tercatat mencapai 2.267 orang, rerata pendapatan per nelayan meningkat menjadi Rp 34.771.439, dibandingkan dengan Rp 32.744.828 yang diperoleh pada 2023.
Meskipun cuaca buruk beberapa kali melanda perairan Pantai Selatan Gunungkidul, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Johan Wijayanto mengatakan, hal tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan. "Penangkapan ikan tetap berjalan lancar dan hasilnya melimpah, sehingga tidak ada paceklik," ujar Johan.
Johan menjelaskan, pihaknya akan terus mengoptimalkan proses penangkapan ikan. Ini termasuk memberikan pelatihan kepada nelayan dalam pengolahan hasil tangkapan serta meningkatkan sarana dan prasarana yang diperlukan.
"Kami berharap dengan program-program yang telah disiapkan, hasil tangkapan dapat meningkat lebih jauh. Jika hasil tangkapan meningkat, maka pendapatan nelayan juga akan mengikuti," ucapnya.
Peningkatan hasil tangkapan dan pendapatan nelayan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Gunungkidul. Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan sektor perikanan dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo